Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI-Polri
Prajurit TNI dan Polri Jangan Menyakiti Hati Rakyat
2018-04-21 14:30:20

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.(Foto: Istimewa)
BANDUNG, Berita HUKUM - Kepada seluruh Prajurit TNI dan Polri untuk tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji dan jangan menyakiti hati rakyat, seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku asusila, tindak kekerasan terhadap masyarakat, menjadi backing dan lain sebagainya, yang pada prinsipnya dapat merusak kepercayaan masyarakat kepada Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, saat memberikan pengarahan dihadapan 3.100 Prajurit TNI dan Polri se-Jawa Barat, bertempat di Grand Ballroom Sudirman, Jl. Jend. Sudirman No. 620, Dungus Cariang, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/4).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, salah satu tindakan yang dapat merusak kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri adalah kegiatan yang melanggar disiplin maupun hukum.

"Tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI dan Polri hingga terjalin antar individu,sebagai modal dasar melaksanakan peran, fungsi dan tugas masing-masing serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwaTNI dan Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan dan senantiasa melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas serta tidak mengenal menyerah.

Dihadapan ribuan Prajurit TNI dan Polri se-Jawa Barat, Panglima TNI kembali mengingatkan bahwa hingga saat ini TNI dan Polri sebagai aparat negara, masih mendapatkan kepercayaan yang sangat tinggi dari rakyat dalam menjaga pertahanan dan keamanan di Bumi Pertiwi ini. "Oleh karena itu, tugas yang dilakukan oleh TNI dan Polri harus senantiasa tetap menjaga kehormatan, nama baik, kepercayaan dan amanah dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Terkait Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas TNI dan Polri untuk menjamin kelancaran, keamanan dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018 maupun Tahapan Pemilu 2019. "Tugas-tugas tersebut meliputi pengamanan distribusi logistik dan pengamanan saat masa kampanye, pelaksanaan dan penetapan hingga pasca penetapan, terutama jika didapati adanya sengketa hasil Pilkada," jelasnya.

Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Aster Panglima TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., Pangdam III/Slw Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr.(Han), Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., Kapolda Banten Brigjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan pejabat lainnya,disambut dengan persembahan Tari Sisingaan Jawa Barat.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait TNI-Polri
Panglima TNI: Amankan dan Sukseskan Pesta Demokrasi 2019
Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Bersama
Prajurit TNI-Polri Harus Dapat Meredam Isu Jelang Pemilu 2019
Safari Ramadhan Kapolri dan Panglima TNI ke Kaltim Syarat Makna
Presiden Joko Widodo Memuji Kekompakan Terjalin antara TNI-Polri
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik
Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu
Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog
AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
Brexit: PM Inggris Theresa May akan Mundur karena Tak Mampu Bawa Inggris Keluar dari Uni Eropa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]