Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Politik
Prabowo-Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Siti Zuhro: Fenomena Ini Baru Ada di Indonesia Saja
2020-12-23 20:36:52

JAKARTA, Berita HUKUM - Pelantikan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) merupakan catatan bersejarah bagi perpolitikan di Indonesia dan dunia.

Sebab, kata pengamat politik senior Siti Zuhro, masuknya Sandi telah menggenapi kehadiran rival Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu dalam susunan kabinet.

Singkatnya, baru kali ini terjadi pasangan yang bertarung di pilpres bergabung dalam pemerintahan.

"Fenomena ini baru ada di Indonesia ya. Di Indonesia kita temukan suatu kejadian seperti ini," ucap Siti Zuhro ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/12).

Sebagai pengamat politik, Siti Zuhro juga masih sulit memahami apa yang terjadi. Pasalnya, dalam kontestasi Pilpres 2019 lalu persaingan terjadi sangat sengit. Bahkan polarisasi di tengah masyarakat terjadi.

Bahkan Prabowo dan Sandi bersama Partai Gerindra sebagai lawan pasangan Jokowi-Maruf sempat diprediksi akan menjadi pemimpin oposisi. Namun nyatanya, semua itu kini bergabung dalam lingkar pemerintahan.

"Ini pilihan yang bersangkutan (Sandiaga) dari tadinya berkompetensi kontestasi lalu sampai berdarah-darah ternyata bersatu padu. Apapun, motivasi, latar belakang, argumentasi, faktor yang mendorong itu pilihan berkoalisi," katanya.

Lebih lanjut, Siti Zuhro menilai kekagetan masyarakat, terutama pemilih Prabowo-Sandiaga Uno, dengan masuknya keduanya dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju ini akan mempengaruhi simpatisan mereka.(ra/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Politik
 
• Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
 
• Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
 
• Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
 
• Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
 
• Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]