Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Penegakkan Hukum
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
2026-05-21 09:42:56

Ilustrasi. Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si., dan Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M. Si.(Foto: @DivHumas_Polri)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perilaku aparat di Indonesia yang kerap melindungi pelaku pelanggaran hukum. Ia menyebut ada petugas berseragam hijau dan cokelat, warna pakaian tentara dan polisi, yang menjadi beking para perampas kekayaan negara.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menyampaikan pandangannya tersebut saat berpidato di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidato tersebut, Prabowo mengatakan orang-orang berperilaku korup umumnya punya aparat yang melindungi.

"Biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya itu kalau enggak ijo, ya cokelat," kata Prabowo saat berpidato di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Prabowo mengatakan dirinya, yang juga pensiunan jenderal angkatan darat, tidak ingin situasi tersebut berlanjut. Ia berujar tak akan ragu memberantas para aparat nakal. "Saya sebagai senior, alumni enggak ragu," tuturnya.

Mantan Menteri Pertahanan ini menyampaikan para tentara dan polisi tak boleh mencemarkan nama baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri. "Jangan cemarkan TNI-Polri. TNI-Polri milik rakyat, harus berjuang untuk rakyat," ujar Prabowo.

Ia mengatakan rakyat Indonesia tidaklah bodoh. Masyarakat, kata Prabowo, bisa mengetahui jika ada aparat yang membantu pelanggar hukum.

Prabowo pun merestui masyarakat mendokumentasikan perilaku aparat yang tidak benar dan melaporkannya kepada Presiden. "Kalau ada kelakuan aparat enggak beres, saya minta rakyat video," ucapnya.

Prabowo hadir di rapat paripurna DPR kali ini untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF). Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan secara langsung KEM-PPKF kepada parlemen.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan kurs rupiah di kisaran Rp 16.800-17.500 per dolar AS dalam KEM-PPKF tahun anggaran 2027. "Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ujar Prabowo.

Dari sisi postur fiskal, pemerintah merancang defisit APBN 2027 berada di kisaran 1,8 hingga maksimal 2,4 persen PDB. Angka ini komitmen kuat pemerintah untuk terus menekan dan memperkecil angka defisit anggaran tersebut, mengingat realisasi defisit APBN 2025 mencapai 2,92 persen atau 0,8 lebih rendah dari ambang batas maksimal 3 persen.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan, biasanya penyampaian kerangka ekonomi dan pokok kebijakan fiskal disampaikan Menteri Keuangan atas nama Presiden. "Hari ini dibacakan langsung oleh Bapak Presiden, itu menjadi sebuah tradisi baru," katanya di kompleks DPR, Senayan, Rabu, 20 Mei 2026.

Alfitria Nefi Pratiwi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.(Tempo/bh/sya)


 
Berita Terkait Penegakkan Hukum
 
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
 
Tegakkan Hukum Yang Sudah Tegak !!!
 
Ustadz Slamet Maarif Ketua PA 212 Ternyata Sudah Berstatus Tersangka
 
BPN: Hukum Kini Tajam ke Lawan dan Ramah ke Kawan, Prabowo akan Benahi
 
MK Garda Terakhir Penjaga Konstitusi dan Penegakkan Hukum di Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
Iran siapkan hadiah Rp 950 miliar bagi siapapun yang bisa bunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]