Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Prabowo: Ada yang Berusaha Bajak Demokrasi Kita
Tuesday 24 Jun 2014 23:57:20

Capres Prabowo saat melihat gambar fotonya di Iklan Branding Mobil Bus yang bertuliskan "Saatnya Presiden RI Prabowo".(Foto: Heru H/okezone)
BANGKALAN, Berita HUKUM - Calon presiden (capres) Prabowo Subianto menyatakan ada pihak yang berusaha membajak demokrasi bangsa Indonesia yang selama ini dianut. Mereka ingin rakyat Indonesia bodoh terus.

“Ada yang ingin merusak dan membajak demokrasi kita. Mereka ingin Indonesia lemah dan tidak pernah ingin adanya pemerintah yang kuat,” kata Prabowo saat berpidato menghadiri istighasah akbar di alun-alun Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (24/6).

Ia mengatakan, hal itu dikarenakan bangsa Indonesia menduduki peringkat empat terbesar di dunia, umat Islam terbesar sedunia. Indonesia telah memilih sistem demokrasi yang berarti rakyat sendiri yang berkuasa.

“Orang-orang di dunia tidak percaya bahwa Indonesia bisa demokrasi. Mereka bilang bangsa Indonesia tidak mampu berdemokrasi, tapi memang demokrasi kita belum sempurna dan tidak baik 100 persen, melainkan masih ada kekurangan,” ungkapnya.

"Demokrasi kita belum sempurna, belum 100 persen, masih ada yang ingin membajak, merusak. Mereka bilang rakyat mudah dibohongi, gampang dibuat bodoh terus, mereka mengatakan bisa dibeli, pemimpin bisa disogok," ucap Prabowo.

Prabowo menjalani rangkaian kampanyenya di Jawa Timur. Usai berkampanye di Mojokerto, capres nomor urut 1 itu berkampanye di Bangkalan, Madura. Setelah itu, Prabowo yang ditemani Ketua Tim Suksesnya, Mahfud MD akan melakukan silaturahmi dengan para kiai, ulama se-Madura di Ponpes Banyuanyar, Pamekasan, Madura.

Jika Prabowo-Hatta diberi mandat oleh rakyat pada 9 Juli 2014, maka dirinya akan memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, sehingga ke depan demokrasi semakin baik.

“Masih ada 17 hari lagi bangsa Indonesia akan melaksanakan kegiatan besar yakni pilpres. Jika nanti ada yang menyogok supaya memilih pasangan tertentu, terima saja uangnya, karena itu uang rakyat. Namun, pilihannya tetap nomor 1,” tandasnya.(kem/okz/lp6/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]