Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Hoax
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
2018-10-15 15:22:46

Ilustrasi. Arief Poyuono. SE. MKom sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua Umum DPP partai Gerindra, Arief Poyuono mengutarakan perkara kasus bengep -bengepnya aktivis Ratna Sarumpret yang mengaku dianiaya, sangat berbahaya bagi kehidupan dan keamanan masyarakat, padahal muka bengep Ratna karena operasi plastik.

Analoginya, menurut Arief Poyuono ialah dimana umpamanya seperti misalnya seorang Warga Indonesia ingin menipu Warga lainnya dengan cara, dia membakar ban Mobil di halaman belakang rumahnya dan berteriak kepada tetangga sebelahnya dengan teriak kebakaran, maka secara reflek para tetangganya akan berteriak kebakaran-kebakaran supaya warga yang lain siap-siap menghadapi sebuah peristiwa kebakaran di lingkungannya.

"Sama ada barang yang terbakar tapi bukan rumah yang terbakar tapi ban, sama muka Ratna Sarumpret juga bengep tapi bukan karena dianiaya atau dipukuli, tapi karena penganiayaan secara medis yang disetujui oleh dokter untuk operasi plastik mukanya," ungkap Arief Poyuono, Senin (15/10).

Ketika tetangga sebelah berteriak kebakaran, maka terjadilah keributan semua tetangga juga ikut berteriak . "Karena ancaman kebakaran merupakan ancaman yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat," jelasnya..

Demikian, lanjutnya dengan apa yang diteriakan oleh LSM dan tokoh-tokoh Politik tentang kebohongan Ratna Sarumpet masuk kategori sebuah Hoax yang dilakukan oleh para Tokoh-tokoh politik dan LSM.

"Sehingga membuat Onar nasional ,maka Polisi memanggil mereka untuk memeriksa sebagai saksi saksi ,seperti Amen Rais ,Said Iqbal dll ," paparnya.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah, apakah para warga yang berteriak-teriak kebakaran karena tetangga sengaja membakar ban mobil lalu berteriak kalau ada kebakaran ,Juga merupakan teriakan Hoax yang dilakukan para warga lainnya?," utaranya mempertanyakan.

"Dan apakah masuk katagori berbuat Onar, apakah misalnya dalam kasus ini Polisi juga akan menindak lanjuti ?" ungkapnya lagi penuh tanda tanya.

Karena kategori sebuah keonaran yang katanya diakibatkan oleh Hoax tidak perlu meluas di Medsos. "Tapi cukup disebuah lingkungan RT saja sudah disebut sebuah Ke Onaran," utaranya.

Disinilah, sambungnya menekankan agar semua tolong para pihak waras, termasuk aparat hukun dalam menyingkapi kasus penipuan Ratna Sarumpet kepada para politisi,tokoh nasional dan para LSM .

"Namun Lucunya lagi, tim Kampanye Joko Widodo kok melapor ke Bawaslu ya sebagai sengketa Pilpres, wong yang diteriakan oleh para Politisi dan LSM itu ditujukan pada Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla," ujarnya.

Maka itulah, kemukanya untuk bisa mengungkap masalah bengep-bengepnya muka Ratna Sarumpet yang menurut pengakuan Ratna sarumpet karena dianiaya, padahal bengep karena akibat operasi 'topeng Plastik'.

"TKN Joko Widodo dalam kasus Ratna Sarumpet keliatannya Baper, supaya disisa pemerintahan Joko Widodo - JK. Sebaik Joko Widodo mundur saja mulai saat ini," tukasnya.

"Karena nanti kalau kami sebagai oposisi atau saya mengkritisi pemerintahan Joko Widodo - JK dianggap melakukan pelanggaran Pemilu. Mundur dong Kangmas Joko Widodo, jangan kalau bagi-bagi sembako / Bansos ditahun politik nanti kalau kami anggap Kampanye terselubung, ngelesnya sebagai tugas dan kerja Presiden yang memerintah dan bukan sebagai kapasitas sebagai Capres Pilpres 2019., supaya fair," pungkasnya.(bh/mnd)


Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Pengamat: Hoaks Justru Sebabkan Stagnan Elektabilitas Capres
Tim PMJ Ungkap Pelaku Penyebar Hoax 7 Kontainer Berisi Surat Suara Tercoblos
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
Guntur Romli: Hoaks Sebabkan Kualitas Demokrasi Turun
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
Sumdaling PMJ Menangkap 6 Tersangka 'dokter' Penyunting Gas Oplosan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Polri Siap Meluncurkan Gebrakan Milenial Road Safety Festival Guna Menekan Angka Kecelakaan
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]