Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Popularitas Prabowo Meningkat karena Tim Media Cerdas
Sunday 29 Jun 2014 09:15:41

Ilustrasi. Atribut Kampanye Capres No Urut 1 Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Agung Suprio berpendapat meningkatnya popularitas pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lantaran memiliki tim media center yang cerdas.

"Prabowo-Hatta yang sebelumnya dianggap underdog kini nyata-nyata mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla di media online dan media sosial sesuai hasil survei Evello," kata Agung di Jakarta, Jumat.

Penyebab utamanya, katanya, adalah tim media center dan tim online Prabowo-Hatta yang bekerja lebih all out.

"Mereka mampu menyosialisasikan program Prabowo-Hatta dalam bahasa yang lugas dan sederhana, serta melakukan counter attack terhadap serangan negatif," ujarnya.

Situs Evello.co.id merilis hasil survei popularitas calon presiden, Jumat, di mana hasil survei yang berlangsung 1-23 Juni 2014 itu, share index Prabowo-Hatta di media online unggul dari Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Secara umum, Prabowo-Hatta meraih 50,85 persen, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla 49,15 persen. Di Facebook, share index Prabowo-Hatta 51,71 persen, sementara Joko Widodo-Jusuf Kalla 48,29 persen.

Di Twitter, share index Prabowo-Hatta 59,69 persen, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla 40,31 persen.

Periset Evello, Nurhadi M Musawir, mengatakan tren kenaikan popularitas Prabowo-Hatta menunjukkan pola stabil pada media online, Facebook, dan Twitter.

"Kampanye hitam dan kampanye negatif tidak berpengaruh signifikan. Sosialisasi program lebih memiliki imbas positif," tuturnya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan fungsi media center bukan hanya menyampaikan hal yang bagus, tetapi juga menangkis pemberitaan negatif yang menyerang si calon.

Oleh sebab itu komandan media center haruslah orang cerdas yang mengerti strategi komunikasi pencitraan.

"Beberapa survei yang mengerek elektabilitas salah satu calon jelas karena kinerja media center dan tim online yang mumpuni. Bila media center dan tim online sudah bekerja ciamik, maka pencitraan si calon banyak tergantung dari kepribadian dia tentu saja dengan arahan tim sukses inti sang capres," kata Hendri.

Ketua Polonia Media Center, Ariseno Ridhwan, mengapresiasi hasil berbagai survei yang menunjukkan kenaikan elektabilitas Prabowo.

"Kami menyambut baik hasil-hasil survei tersebut. Namun ini tidak membuat kami berpuas diri. Kami akan terus bekerja keras demi terwujudnya kemenangan Prabowo-Hatta pada Pemilihan Presiden 9 Juli," kata Ariseno.

Sementara, Pengamat politik Igor Dirgantara memprediksi dalam dua pekan kedepan elektabilitas capres Prabowo Subianto mengalami tren positif hingga tidak terbatas.

Berdasarkan pengamatanya tren menurun akan dialami rivalnya yaitu capres Joko Widodo. Hal ini perlu diperhatikan dari segi tren elektabilitas selain mencermati hasil survei.

"Tren biasanya tidak bakal bergeser dalam jangka waktu pendek, sedangkan Pilpres tinggal hitungan hari. Saya perhitungkan, dalam dua pekan ke depan ini, tren elektabilitas Prabowo akan terus naik. Nggak bisa di-stop," katanya saat dihubungi kemarin.

Igor yang merupakan akademisi Universitas Jayabaya ini menilai dengan sisa waktu yang tinggal beberapa hari lagi pilpres, menjadi momentum yang menguntungkan kubu Prabowo. Pasalnya, dukungan publik dan mesin partai pengusung lebih solid ketimbang kubu kompetitor.

"Gerindra dan PKS sudah pasti solid. Golkar memiliki infrastruktur yang telah mengakar sejak lama. Parpol sesama Koalisi Merah Putih juga sama baiknya," terangnya.

Sebaliknya di kubu Jokowi, justru disibukkan banyak hal. Lebih lanjut, Igor menuturkan sekarang publik menyoroti Jokowi soal kebocoran APBD DKI. "Bagaimanapun juga, ini berpengaruh. Padahal tinggal dua pekan lagi pilpres dilakukan," jelasnya. (sh/Antaranews/bkw/HarianTerbit/ag/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]