Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Jembatan
Polri Bidik Kontraktor Pembangunan Jembatan Kukar
Tuesday 29 Nov 2011 17:35:28

Polri mulai bidik dugaan penyelewengan dana pembangunan dan perawatan jembatan (Foto: Kaskus.us)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Tim gabungan Polri secara intensif telah memeriksa beberapa saksi runtuhnya Jembatan Sungat Mahakam yang menghubungkan Tenggarong dan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan, aparat penyidik segera memeriksa pekerja pihak Bukaka.

"Sudah 11 saksi dimintai keterangan. Kami akan lanjutkan lagi memeriksa enam saksi dari pekerja Bukaka yang melakukan pekerjaan perbaikan," ujar Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Sutarman kepada wartawan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (29/11).

Tak hanya itu, lanjut dia, petugas juga telah memeriksa keterangan 40 warga sekitar jembatan yang diduga mengetahui kejadian runtuhnya jembatan. "Jika memang ada pekerjaan perbaikan jembatan, kenapa jembatan tidak ditutup. Ini hanya penyelidikan awal yang masih bisa dikembangkan lebih jauh," Sutarman.

Pihak kepolisian sendiri, sekarang tengah mempelajari untuk mengarahkan dugaan adanya penyelewengan dana pembangunan dan kelalaian perawatan. Pihak kontraktor yang melakukan pembangunan dan perawatan Jembatan Kukar itu adalah PT Bukaka. Perusahaan ini merupakan milik keluarga mantan Wapres Jusuf Kalla.

Sementara itu, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menduga runtuhnya jembatan akibat putusnya tali Jembatan Kukar. "Kami menemukan ada tali jembatan yang putus, sehingga timbul efek domino yang akhirnya menyebabkan jembatan runtuh. Tapi kami belum mengetahui penyebab putusnya tali jembatan itu," kata ahli beton ITS, Prof. Priyo Suprobo.

Pihak ITS sendiri masih mencari penyebab putusnya tali tersebut. "Apakah putusnya tali jembatan itu disebabkan beban berlebih atau apakah beban berlebih itu disebabkan beban kejut, beban layanan, atau beban proses pemeliharaan, kami akan menelusuri semuanya," imbuh dia.

Sementara dari Kukar diperoleh informasi bahwa jumlah korban tewas akibat jembatan ambruk itu, bertambah lagi. Dari Posko di RS AM Parikesit diketahui tim SAR menemukan lagi korban. Kini, jumlahnya mencapai 20 korban tewas. Salah satu korban ditemukan 16 kilomter dari lokasi runtuhnya jembatan.(dbs/wmr/arf)



 
Berita Terkait Jembatan
 
Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar Resmi Dilintasi
 
Jembatan Mahakam IV Mulai Dibuka untuk Umum pada Kamis 2 Januari 2020
 
Komisi III DPRD Kaltim Geram, Jembatan Mahakam Sudah 16 Kali Ditabrak Kapal
 
KSOP Sebut Tongkang yang Tabrak Jembatan Mahakam karena Tidak Dipandu
 
Jembatan Mahakam Masih Layak, DPRD Kaltim Minta Pelaku Penabrak Diberi Sanksi Tegas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]