Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Polri
Polri, Kemenhub Menggelar Pembuatan SIM A Umum Kolektif Hanya Rp 100 Ribu
2018-02-25 17:35:25

Tampak Menhub Budi Karya Sumadi saat acara pembuatan SIM A Umum kolektif bagi pengemudi taksi online dan taksi konvesional di GBK, Jakarta.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditlantas Polda Metro Jaya dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) menggelar program pembuatan SIM A Umum kolektif bagi pengemudi taksi online dan taksi konvesional di stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pembuatan SIM A Umum yang digelar oleh jajarannya bersama Kepolisian bukanlah gratis atau berbiaya murah.

Biaya yang dikeluarkan oleh driver untuk mengurus SIM A Umum memang hanya dipatok Rp 100.000, tetapi sisanya ditanggung oleh pemerintah melalui subsidi.

"Bayar 100.000 karena ada tanggungan dari kita, subsidi. Jadi bukan murah atau gratis, karena kita tetap bayar penuh harga SIM-nya," kata Budi di stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (25/2).

Kami bekerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR mereka, untuk memberi insentif bagi para pengemudi angkutan online dan taksi konvesional yang membuat SIM A Umum.

Selain itu para pengemudi yang ingin mendapatkan SIM A Umum, juga disyaratkan harus memiliki sertifikat lulus sekolah mengemudi serta SIM A biasa. Perubahan ke SIM A Umum hanyalah sebagai peningkatan golongan.

Pembuatan SIM A Umum untuk para pengemudi taksi online dan pengemudi taksi konvensional, awalnya untuk 600 pengemudi. Pada saat pelaksanaan peminatnya membludak melebihi kuota yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Adapun kuota pembuatan SIM A Umum tersebut sebenarnya hanya untuk 600 orang yang telah mendaftarkan diri melalui komunitas dan mendapat sertifikat lulus sekolah mengemudi," ujarnya.

Namun khusus untuk hari ini, Kementerian Perhubungan memberi kesempatan bagi driver belum mendaftar dan sudah terlanjur datang, agar bisa juga mendapatkan SIM A Umum.

"Iya, kita perbolehkan mereka bikin juga, didaftarkan untuk sesi kedua. kalau sekarang terbatas, kita bawa peralatan untuk 600 orang," pungkasnya.(wa/bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Polri
Polres Flores Timur Diduga Petieskan Kasus Tragedi Nimun Lema Anak Lamahala
Dirlantas PMJ Kombes Yusuf Mendorong Mobil Mogok Guna Kelancaran Lalu Lintas
Polri Terjunkan Personel Khusus Antisipasi Pemudik dari Tindakan Terorisme
DPR Apresiasi Sinergi Polri dengan Aparat Terkait
Satpas Tutup, Perpanjangan SIM Bisa di Gerai SIM dan Layanan SIM Keliling
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]