Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Mobil Esemka
Politisi Partai Golkar Minta Jokowi dan Menterinya Pakai Mobil Esemka
Thursday 11 Sep 2014 19:14:09

Ilustrasi. Rombongan tim Mobil Esemka Rajawali ke Jakarta dipimpin Walikota Surakarta, Joko Widodo dan Wakil Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo tiba dikantor Komunitas Ayo Selamatkan Indonesia (KASI) langsung disambut oleh Koodinator KASI Budi Purnomo Karjodihardjo.(Foto: TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)
JAKARTA, Berita HUKUM - Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo meminta presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak basa-basi menolak proyek pengadaan mobil Mercedes Benz (Mercy) untuk para menteri dalam kabinet pemerintahannya nanti.

Jika perlu, Jokowi diminta konsisten menggunakan mobil Esemka agar tidak terkesan bahwa selama ini mobil Esemka hanya dijadikan ajang pencitraan oleh mantan Walikota Surakarta itu.

"Kalau perlu Jokowi harus konsisten, dia dan para menterinya pakai mobil Esemka. Tapi kalau tidak, ya kita jadi tahu bahwa selama ini soal mobil Esemka itu hanyalah strategi pencitraan," tulis Wakil Bendahara umum DPP Golkar itu dalam pesan singkatnya, Rabu (10/9).

Pernyataan ini disampaikan menyikapi polemik proyek pengadaan mobil Mercy untuk para menteri pemerintahan mendatang yang dilakukan oleh Sekretariat Negara.

Anggota Komisi III DPR, yang akrab disapa Bamsoet ini juga heran mengapa pemerintahan saat ini begitu ngotot memaksakan kehendak membeli mobil dinas mewah buatan Jerman itu. Sampai-sampai argumentasinya pun tak logis.

Menurutnya, Menko perekonomian dan Mensetneg mengatakan harga mobil Mercy yang akan dipakai para menteri lebih murah dari Toyota Crown yang dipakai menteri saat ini, karena buatan dalam negeri.

"Weleh weleh, sejak kapan Mercedes Benz itu buatan dalam negeri? Anak kecil saja tahu kalau Mercy itu buatan Jerman. Saya mencium aroma tidak sedap dari pemenangan tender dan kelak pada pelelangan mobil bekas kabinet Indonesia bersatu jilid II ini," tandasnya.(fat/jpnn/bhc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Mobil Esemka
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!
DPR Minta Jokowi Serius Dorong Proyek Mobil Esemka
DPR Sindir Jokowi Soal Nasib Mobil Esemka
Politisi Partai Golkar Minta Jokowi dan Menterinya Pakai Mobil Esemka
Menpora Roy Suryo Sudah Terima Mobil Esemka
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemboikotan Sawit Indonesia Oleh Uni Eropa Tidak Bisa Diabaikan
Bencana Asap Karhutla Coreng Diplomasi Sawit Indonesia
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]