Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Kopi Bersianida
Polisi Telusuri Penuduh Rangga Terima 140 Juta Kasus Jessica
2016-07-30 05:47:08

Rangga Dwi Saputro saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya siap membantu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait sidang kasus kopi beracun Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier. Dimana Barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputro, dituduh menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh korban Wayan Mirna Salihin, jika memang dibutuhkan dalam persidangan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Krishna Murti menyampaikan terkait tudingan kalau Rangga menerima uang Rp140 juta dari suami korban Arief Soemarko untuk melakukan pembunuhan.

"Tidak seperti itu. Jadi yang dimaksud bukan berita acara. Ada dalam berkas. Berkas perkara itu beda dengan berita acara. Dalam berkas itu ada laporan psikiater. Psikiater itu menerima curhatannya Rangga bahwa, ada oknum wartawan datang ke dia. Dia dituduh menerima duit Rp 140 juta dari Arief," ujar Krishna di Polda Metro Jaya, Jumat (29/7).

Lanjut Krishna, hasil interview kejiwaan Rangga dengan psikiater itu, kemudian dimasukan ke dalam berkas perkara.

"Nah, itu sama pengacara seolah-olah malah dia (Rangga) dituduh. Jadi itu hanya curhatannya (kepada psikiater). Sekarang pertanyaannya, siapa yang bertanya ke dia? Nanti kita tanya Rangga," katanya.

Menyoal apakah polisi akan menelusuri siapa orang yang menuduh Rangga, Krishna menegaskan, kalau persidangan membutuhkan untuk menghadirkan orang itu, Polisi akan mencarinya.

"Sesuai kebutuhan sidang ya. Kalau kebutuhan sidang dihadirkan orang itu untuk klarifikasi ya. Sesuai kebutuhan sidang, kami mem-backup sepenuhnya kebutuhan sidang atas permintaan hakim atau sidang. Dicari nanti orangnya yang tuduh-tuduh itu," jelasnya.(bh/as)





 
Berita Terkait Kasus Kopi Bersianida
 
• Meski Jessica Telah Divonis 20 Tahun, Suami Mirna 'Tidak Puas'
 
• Jelang Vonis Kasus Jessica, ada Informasi Suami Mirna Beri Bungkusan Kepada Rangga
 
• Perspektif Comprehensive Kasus Kopi Sianida
 
• Polisi Telusuri Penuduh Rangga Terima 140 Juta Kasus Jessica
 
• Jessica Jalani Sidang Lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]