Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Sadis Wanita Juragan Mie Ayam di Cipondoh
2017-10-04 18:02:42

Tampak Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi saat melakukan reka ulang dengan pelaku pembunuhan di TKP.(Foto: Istimewa)
TANGERANG, Berita HUKUM - Polisi melakukan rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan wanita juragan Mie Ayam di lokasi kejadian di Jalan Kartini, RT 04 RW 08, Kelurahan Cipondoh, Tangerang Kota, Rabu (4/10).

Aparat Kepolisian berjaga-jaga dengan senjata lengkap untuk memastikan kondisi tetap aman. Karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan rekonstruksi di pemukiman padat penduduk tersebut, petugas pun memasang garis Polisi di lokasi yang menjadi area rekonstruksi.

Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi mengatakan reka ulang adegan ini dalam rangka melengkapi proses penyidikan. Dalam rekonstruksi itu Joni memerankan 37 adegan pembunuhan sadis yang dilakukannya.

"Persesuaian ini harus kita pastikan, apakah betul pelaku ini melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan dalam BAP yang ada. Tujuan kegiatan ini kita ingin mengkroscek keterangan di BAP sudah sesuai dengan apa yang di praktekkan," ujar Harley.

Reka adegan dilakukan Joni Setiawan, mulai dari Poris, Cipondoh, Kota Tangerang. Disana pelaku bertemu dan membawa Vera Yusika ke kamar kosnya pada Minggu (17/10/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. "Di adegan ke 28 pelaku menghabisi nyawa korban," ungkap Harley.

Diketahui sebelumnya, Vera Yusika juragan mie ayam ditemukan tewas di tempat kos karyawannya di Cipodoh, Tangerang Kota. Wanita berusia 42 tahun ditemukan terikat dan berdarah di kamar tersebut. Tak berselang lama, Polisi akhirnya meringkus Joni Setiawan di kawasan Bogor. Motif pembunuhan berlatar belakang sakit hati.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Pembunuhan
Pelaku Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Berhasil Ditangkap
Ditolak, Banding Bankir Inggris Pembunuh 2 Perempuan Indonesia di Hong Kong
Subdit VI Ranmor Polda Metro Jaya Reka Ulang Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen di TKP Tanah Abang
Subdit IV Jatanras Rekonstruksi Kasus Menewaskan Abi Qowi di TKP Rumahtua Vape Shop
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Sadis Wanita Juragan Mie Ayam di Cipondoh
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jabat Dewan Pengarah BPIP, Megawati, Mahfud MD, Said Aqil, Syafii Maarif Bergaji Rp 100 Jutaan?
Sengsara Kalau Jokowi 2 Periode
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Rencana Urun Rembug Alumni UI Mencari Solusi dan Menyelamatkan NKRI
Puluhan Warga Keracunan Keong Sawah, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB
Relawan Bali Kita AS Deklarasikan Abraham Samad Capres 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Ditlantas PMJ Meluncurkan Program SIM Keliling di Beberapa Masjid
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan
RUU Antiterorisme Disahkan Paripurna DPR
4 Pelaku Pembobol Kantor Pegadaian 3 kali Ditangkap, 1 Tewas Ditembak
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]