Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembunuhan
Polisi Menggelar 35 Adegan Reka Ulang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
2018-11-19 18:40:45

Tampak saat Tim Polda Metro Jaya menggelar 35 adegan reka ulang pada kasus pembunuhan satu keluarga dengan tersangka Haris Simamora, Senin (19/11).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya menggelar 35 adegan prarekonstruksi atau reka ulang pada kasus pembunuhan satu keluarga dengan tersangka Haris Simamora (HS) di Jalan Bojong Nangka II, RT 002 RW 07, Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Prarekontruksi kasus pembunuhan HS untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) digelar Senin, 19 November 2018.

"Prarekontruksi di awali ketika pelaku mendatangi rumah korban," ujar Kanit I Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino, ketika membaca prarekonstruksi, Senin (19/11).

Pelaku HS marah ketika Diperum Nainggolan mengatakan kamu tidur dibelakang seperti sampah. Sejak korban mengatakan HS seperti sampah, pelaku sangat marah di dalam hati.

"Proses pemukulan kepala Diperum di mulai pada adegan ke 12, selanjutnya karena suara berisik Maya Ambarita bangun dan pelaku HS memukul kepala korbannya dengan menggunakan linggis," terangnya.

Setelah korban Diperum dan Maya Ambarita tidak sadarkan diri, pelaku HS dengan menggunakan linggis bagian yang tajam menusuk leher korban Diperum sebanyak 3 kali.

"Pelaku juga menusuk leher Maya Ambarita dengan linggis sebanyak 3 kali," paparnya.

Ketika mendengar suara berisik ibunya, anak korban SN (9) dan AN (7) terbangun dan bertanya kepada pelaku HS.

"Ibu kenapa, HS menjawab ibu sedang sakit kamu balik aja ke kamar," tambahnya.

Tidak lama kemudian pelaku HS masuk kamar SN dan AN. Setelah pelaku diam sejenak, pelaku HS mencekik leher SN dan AN.

Selanjutnya pelaku HS menuju kamar Diperum dan Maya Ambarita, mengambil handphone dan uang.

Pada adegan terakhir pelaku kabur dengan menggunakan mobil Merk Nissan X-Trail warna Silver milik korban.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Pembunuhan
Polisi Menangkap Dosen UNM Makassar Pembunuh Teman Sekantornya dalam Mobil
Penyanyi Rap Gay, Kevin Fret, Ditembak Mati di Puerto Rico
Chiko Terbukti Membunuh di THM, Hakim Vonis 15 Tahun Penjara
Chatingan Facebook Membawa Maut, Suami Bunuh Mantan Pacar Istrinya di Samarinda
Dua Pelaku Pembunuhan Pemandu Karoke Tiba di Polres Metro Jakarta Selatan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat
Paripurna DPR Setujui Perpanjangan Pembahasan 4 RUU
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
Kasus Evi Apita Maya: Sengketa Pertama ;Foto Cantik; dalam Pemilu Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Anies Menjadi Pembicara di Forum Pemimpin Kota Sedunia dan Forum USINDO Luncheon
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]