Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Kopi Bersianida
Polisi Fokus Memperkuat Alat Bukti Terhadap Jessica Kumala
Tuesday 02 Feb 2016 16:25:20

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal saat memberikan keterangan kepada waratawan, Selasa (2/2).(Foto: BH/as)
JAKARTA, Berita Hukum - Polda Metro Jaya sedang fokus menyiapkan alat bukti untuk memperkuat dan menganalisa status tersangka Jessica Kumala Wongso (27). Kabid Humas Kombes Mohammad Iqbal mengatakan kepada wartawan ketika ditanya mengenai perkembangan up date kasus Jessica, penyidik sedang fokus terhadap penguatan alat bukti dan belum bisa dipublikasikan.

"Polisi menguatkan alat bukti untuk menyakinkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sesuai amanat Undang-undang penyidik membuat kasus ini agar terang benderang, pembuktian secara komprehensif," jelas Kombes Mohammad Iqbal, di Polda Metro Jaya, Selasa (2/2).

Dari pengalaman, pengungkapan kasus pembunuhan dengan racun, rata-rata tidak ada pengakuan dari tersangka. Sehingga dibutuhkan kejelian dan keahlian penyidik untuk membuktikan.

"Polisi bukan mengejar pengakuan dari tersangka, tapi fakta bukti yang terang benderang, yang tidak bisa disangkal," ujarnya.

Selain itu, jajaran Polda Metro Jaya menyiapkan beberapa ahli untuk mendukung bukti, namun ia tidak mau menyebutkan berapa jumlah Saksi Ahli dan siapa saja saksi ahli tersebut, demi menjaga privasi.

Menurut Iqbal, materi penyidik tidak dapat diutarakan dimuka umum dan sampai saat ini tersangka baru mengarah pada satu orang.

"Kasus ini kan special, maka pengakuan tersangka menurut kepolisian tidak terlalu signifikan, meskipun menjadi salah satu unsur yang penting," ungkapnya.

Sebelumnya, Jessica Jessica Kumala Wongso ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua Jakarta Utara pada Sabtu (30/1), atas kematian Wayan Mirna Salihin (27) setelah minum kopi Es Vietnam yang terdapat zat beracun sianida di Restauran Oliver, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.(bh/as)



 
Berita Terkait Kasus Kopi Bersianida
 
• Meski Jessica Telah Divonis 20 Tahun, Suami Mirna 'Tidak Puas'
 
• Jelang Vonis Kasus Jessica, ada Informasi Suami Mirna Beri Bungkusan Kepada Rangga
 
• Perspektif Comprehensive Kasus Kopi Sianida
 
• Polisi Telusuri Penuduh Rangga Terima 140 Juta Kasus Jessica
 
• Jessica Jalani Sidang Lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]