Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
KAMI
Polisi: Benda Mencurigakan di dekat Rumah Petinggi KAMI adalah Bom Palsu
2021-03-26 20:52:33

JAKARTA, Berita HUKUM - Polisi memastikan bahwa benda mencurigakan di dalam tas yang ditemukan di depan kediaman Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani, Jalan Camar, Cipinang Indah 2, Duren Sawit, Jakarta Timur adalah bom palsu dan 'fake bomb'.

"Hasilnya (pemeriksaan) adalah bahwa barang tersebut adalah 'fake bomb' atau bom palsu atau bom mainan yang memang dibuat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jum'at (26/3).

Yusri menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim penjinak bom dan Puslabfor Polri, benda yang diduga bom itu memang ada suatu rangkaian dan baterainya.

"Juga ada jam wekernya kemudian ada kabel dan pipa disitu. Juga ada beberapa serbuk didalamnya. Indikasinya adalah serbuk petasan," terang Yusri.

"Rangkaiannya memang betul, tetapi dipastikan tidak bisa meledak, karena tidak ada pemicunya. Jadi disimpulkan Puslabfor dan Tim Gegana ada bom palsu atau fake bomb," tambahnya.

Hingga saat ini, lanjut Yusri, petugas mencari siapa yang meletakkan tas berisi benda bom palsu tersebut.

"Kami sudah periksa dua saksi, dan mencari kemungkinan adanya CCTV di sekitar rumah saudara AY," ujar Yusri.

Ia mengatakan, benda mencurigakan itu awalnya ditemukan oleh karyawan di rumah Ahmad Yani. Benda tersebut tergantung di pagar di dekat tempat sampah.

"Saat akan membuang sampah, karyawan saudara AY yakni MA menemukan benda mencurigakan itu,"
tukasnya.

"Karena mencurigakan dan diduga bom, MA melapor ke sekuriti perumahan S yang melaporkan ke Polsek Duren Sawit. Kejadian sekitar pukul 6.30 (26/3) tadi pagi," tutup Yusri.(bh/amp)


 
Berita Terkait KAMI
 
• Polisi: Benda Mencurigakan di dekat Rumah Petinggi KAMI adalah Bom Palsu
 
• Bareskrim Rampungkan Berkas Petinggi KAMI di Jakarta dan Medan Terkait Demo Tolak Omnibus Law
 
• KAMI Protes Keras Polisi Tembak Mati 6 Anggota FPI, KAMI Tuntut Jokowi Bentuk Tim Independen
 
• Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo: TNI Terlihat Seperti Era Orde Baru
 
• Sudah Siapkan Koper, Akankah Din Syamsuddin Ditangkap?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]