Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Microsoft
Polda Metro Jaya Bongkar Pedagang Ilegal Microsoft Windows Palsu
2016-06-13 18:52:54

Kanit III Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Faisal Fikriyanto saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (13/6).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdirektorat Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, membongkar perdagangan illegal penjualan kepingan cakram Microsoft Windows dan stiker lisensi COA (key) palsu, di dua toko kawasan Jakarta Pusat.

Dua orang pemilik toko ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya berinisial FY seorang perempuan dan F laki-laki. Mereka ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Polisi juga menyita 289 keping CD program Sofware Microsoft Windows, 30 lembar stiker lisensi (COA) Windows dan satu lembar bon pembelian.

"Pengungkapan kasus bermula dari laporan pihak Microsoft terkait adanya dugaan pengadaan CD program Microsoft Windows tanpa izin, tanggal 16 Mei 2016. Kemudian, rekan-rekan Unit III Subdit Indag melakukan penggeledahan di Toko M serta Toko V di daerah Jakarta Pusat, dan ternyata betul di sana ada beberapa barang bukti CD program Microsoft Windows palsu," kata Kanit III Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Faisal Fikriyanto di Polda Metro Jaya, Senin (13/6).

Dilanjutkan, menurut keterangan tersangka, CD Microsoft Windows abal-abal itu dibanderol Rp 500.000 sampai Rp 700.000 sangat jauh perbedaannya dibanding dengan harga asli sekitar Rp 2,5 juta. "Keuntungan tersangka menjual CD Microsoft Windows palsu itu mencapai Rp 50 juta per bulan," ungkapnya.

"Tersangka FY selaku pemilik Toko M menjual software Microsoft Windows palsu itu melalui online, pembayarannya dilakukan dengan cara transfer dan barang dikirim melalui jasa pengiriman barang. Sedangkan, tersangka F pemilik Toko V memperdagangkan kepingan CD software Microsoft di tokonya," jelasnya.

Ia menuturkan, akibat pemalsuan merek ini, pihak Microsoft selama satu tahun diduga mengalami kerugian Rp 1 miliar. "Tersangka sudah mendapatkan barang-barang seperti ini, tinggal memperdagangkan saja. Pembuatnya atau pemalsunya masih dalam penyelidikan. Aslinya seharga Rp 2,5 juta per keping," sebutnya.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Justisiari Perdana Kusuma, mengapresiasi pengungkapan kasus pemalsuan CD program Microsoft Windows ini. "Ada beberapa modus pelanggaran software seperti pengadaan tanpa izin atau bajakan, barang palsu, dan lainnya. Ini sangat berbahaya, karena konsumen yakin barang ini barang benar. Padahal ini barang palsu," ujarnya.

Menurutnya, CD Microsoft Windows yang dijual kedua tersangka ini merupakan barang palsu tingkat tinggi. "Secara kasat mata tidak terlihat. Perbedaannya COA-nya harusnya hologram, tapi ini stiker. Ini hanya ketahuan kalau dibuka kemasannya. Ini barang palsu tingkat tinggi," paparnya.

Atas perbuatannya kedua pelaku disangkakan dengan pasal 94 UU RI No.15 Tahun 2001 tentang merk dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda sebanyak 200 juta rupiah.(bh/as)


 
Berita Terkait Microsoft
 
• Ditekan Pemerintah, Microsoft Tutup LinkedIn di Cina
 
• Cara Membedakan Produk Microsoft Asli dan Palsu
 
• Microsoft Mengakuisisi LinkedIn Senilai Rp346 Triliun
 
• Polda Metro Jaya Bongkar Pedagang Ilegal Microsoft Windows Palsu
 
• Microsoft akan PHK 7.800 di Unit Telepon Genggam
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]