Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Polri
Polda Metro Jaya Bentuk Forum Kemitraan Religi Kamtibmas
2016-11-30 18:32:59

Ilustrasi. Demo Aksi Bela Islam jilid I di Jakarta.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya resmi membentuk Forum Kemitraan Religi Kamtibmas. Forum dibentuk untuk menghadapi dinamika dan melibatkan seluruh tokoh agama di Jakarta.

Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya AKBP Anjar Gunadi menjelaskan bahwa forum ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antar tokoh agama yang selama ini kerap terhambat.

"Dengan adanya forum ini, maka tidak ada lagi kendala atau halangan antar-pemuka agama untuk saling berkomunikasi menjaga masyarakat agar hidup kita tenang," kata Anjar di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Rabu (30/11).

Dalam acara tersebut, sekira 267 pemuka agama dari seluruh unsur keyakinan hadir dalam deklarasi tersebut. Anjar menyampaikan selama ini forum antar-masyarakat beragama selalu mengalami kendala dalam berkomunikasi, salah satu kendalanya ialah kurang wadah atau mitra religi.

"Nantinya, bukan hanya tokoh agama saja yang bisa berkomunikasi, tetapi masyarakat atau umat di bawahnya juga bisa ikut berperan," umgkapnya.

Sementara itu, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Syamsul Ma'arif mengaku mendukung penuh atas adanya forum ini. Selain itu, Syamsul menilai bahwa forum ini baik untuk mencegah adanya gesekan antar-umat agama.

"Kami mendukung mitra kerja ini. Mari kita bangun kerukunan umat di Jakarta supaya keamanan dan ketertiban agar kota ini menjadi nyaman dan aman," kata Syamsul.

"Sampaikan pesan untuk Bapak Kapolda (Irjen Pol M. Iriawan), bahwa MUI akan selalu bersama polri," ucapnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Polri
 
• Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
 
• Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
• Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
• Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
• HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]