Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Fashion
Phangsanny, Desainer yang Terbuai dalam Tenun Sumba
2019-02-20 19:35:16

Phangsanny (memegang bunga) dalam fashion show Equilibre 2019.(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kecantikan kain tradisional Sumba yang ditampilkan dalam sebuah fashion show, memanglah memiliki ruh tersendiri dalam memikat para pengunjung. Kain yang terbuat dari bahan dan pewarna alami ini, ditenun oleh tangan para gadis dan ibu-ibu di Sumba dengan penuh cinta. Sehingga terciptalah se-liran kain tenun yang begitu eksotis.

Keelokan tenun Sumba begitu kentara menarik perhatian dalam pagelaran Summer Fashion Show 2019 yang bertajuk Lucky Trend Showcase "Equilibre". Desainer kenamaan Phangsanny memperkenalkan koleksi rancangan terbarunya yang diberi nama "Terbuai" yang memakai kain tenun Sumba sebagai bahan bakunya.

Phangsanny mengaku bahwa ketertarikannya pada kain tenun Sumba adalah sebuah ketidaksengajaan. Karena awalnya, ia memang sering berkunjung ke Sumba untuk melihat kuda. Dan pada akhirnya ia malah tertarik dengan keunikan tenun Sumba yang sudah mendapat tempat sendiri di hatinya.

"Awalnya saya ke Sumba untuk melihat kuda. Ternyata saya malah tertarik dengan tenunnya. Entah bagaimana, motif-motif dan alam daerah Sumba sudah mendapat tempat sendiri di hati saya," kata Phangsanny, dalam Press Conference "Lucky Trend Showcase Equilibre" di Royal Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusumah, Selasa, (19/2).

Dalam rancangannya, Phangsanny menggunakan tenun printing untuk mengadopsi motifnya. Ia pun mengatakan bahwa adopsi motif yang dilakukan sudah mendapatkan izin dari para pengrajin tenun di Sumba. Phangsanny juga merancang busana ready to wear dengan mengadopsi motifnya. Dengan catatan, untuk pemakaian sebagai aksen seperti scraf, belt, dan lain sebagainya ia tetap menggunakan kain tenun asli.

"Saya mengarahkan mereka untuk mencintai kain tenun. Intinya, printing memang tidak bisa menyaingi yang asli. Masing-masing punya pasarnya sendiri," ujarnya.

Phangsanny juga menjelaskan dalam fashion show "Equilibre" ini, akan menyajikan rancangan yang menyuguhkan keseimbangan alam dengan warna-warna natural. Sedangkan konsep nama 'Terbuai sendiri, ia menjelaskan keinginannya untuk tetap menggunakan label busana dengan bahasa Indonesia. Koleksinya juga akan terkesan santai dan mudah diingat dengan nama 'Terbuai'.

"Saya pikir, untuk label busana siap pakai ini namanya harus berasal dari bahasa Indonesia. Kenapa saya pakai kata 'Terbuai'? karena saya ingin menorehkan kesan santai, rileks, terasa seperti liburan, dan pastinya mudah diingat," tutup Phangsanny.(bh/na)


 
Berita Terkait Fashion
 
• Pengusaha Batik Besurek di Bengkulu Bertahan di Tengah Gempuran Zaman
 
• 10 Sekolah Fashion Ternama Indonesia di Grand Final You C1000 Fashion dan Make Up Contest
 
• Desainer Indonesia Siap Pamerkan Kain Nusantara di Paris
 
• Resmi Dibuka, Muffest 2019 Targetkan Transaksi Rp 45 Miliar
 
• Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]