Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Demo
Peserta Aksi Jahit Mulut Makin Bertambah
Tuesday 20 Dec 2011 15:04:28

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Aksi jahit mulut yang dilakukan warga Riau masih berlanjut. Setelah delapan orang telah melakukan aksi jahit mulut, kini peserta aksi bertambah 10 orang, sehingga jumlah peserta aksi jahit mulut menjadi 18 orang.

"Kami masih konsisten untuk melakukan aksi ini. Karena kami ingin pemerintah mendengar bahwa aksi ini bukan main-main," ujar Muhamad Ridwan, Koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKM PPP) di depan pintu gerbang gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (20/12).

Bahkan, menurut dia, aksi jahit mulut ini rencananya akan diikuti oleh sebanyak 73 warga lainnya yang sebelumnya juga sudah ikut menginap di depan gedung wakil rakyat tersebut. Saat mulut mereka dijahit, tidak terlihat rasa takut dari para peserta aksi.

Delapan peserta aksi yang sebelumnya sudah melakukan aksi jahit mulut adalah Tamsur (37), Sutoto (37), Purwati (47), Yahya (47), Junaidi (36), Misri (43), Busro (40), dan Muslim (50). Mulut mereka dijahit di dua sisi kanan dan kiri. Sementara di dada mereka ditempel kertas yang bertuliskan identitas dirinya masing-masing.

Beberapa peserta aksi tampak meringis menahan rasa sakit saat mulut mereka dijahit. Kondisi mereka pun tampak mulai melemah. Sementara itu, hingga saat ini belum satu pun petugas medis dan mobil ambulan yang disiagakan di lokasi.

Meski aksi ini mendapat perhatian dari sejumlah pengendara dan pengguna jalan, namun arus lalu lintas di depan gedung DPR/MPR hanya mengalami kepadatan kendaraan dan tidak menimbulkan kemacetan yang berarti. Sejumlah petugas kepolisian hanya mengamankan mengatur arus lintas agar tetap berjalan lancar. (bjc/rob)


 
Berita Terkait Demo
 
Singgung Tweet Arief Prihantoro, Warganet: Pak Kapolri Mau Tanya, Benarkah Polisi Membantai FPI?
 
Viral: Orang Ini Dicari Netizen Gegara Sebut 6 Laskar FPI Seperti Hewan Anjing yang Dibantai Polisi
 
Terungkap, Motif Tersangka Pengeroyok: Kesal 'Ocehan' Ade Armando di Media Sosial
 
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando
 
Ade Armando Babak Belur Diamuk Massa dan Ditelanjangi di Tengah Aksi Demo di DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]