Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Reshuffle
Pertemuan Cikeas tak Bicarakan Calon Menteri
Thursday 13 Oct 2011 20:56:24

Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II (Foto: Dok Rumgapres)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pertemuan Presiden SBY dengan pimpinan partai politik (parpol) koalisi, ternyata tidak membicarakan nama-nama calon menteri. "Tadi hanya membahas hal-hal prinsipil soal reshuffle,” kata Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada wartawan, usai pertemuan di kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10).

Dengan demikian, lanjut dia, kemungkinan akan ada lagi pertemuan dengan Presiden SBY bersama pimpinan parpol. Pertemuan itu baru akan membicarakan nama-nama calon menteri. "Hanya itu yang ditegaskan Presiden. Jika menyangkut nama personal kabinet yang berasal atau representasi parpol Presiden akan melanjutkan konsultasi lagi dengan pimpinan partai," jelas Anas.

Ketika ditanya kapan konsultasi lanjutan SBY dengan pimpinan parpol itu, Anas mengakui tidak tahu. Partai Demokrat hanya bersikap menunggu. Begitu pula dengan pimpinan parpol koalisi. “Pertemuan mungkin dalam beberapa hari ini. Sekali lagi saya belum tahu menyangkut personalia kabinet dari partai apa. kalau dari partai X tentu Presiden akan melanjutkan konsultasi dengan partai X. Kalau partai Y tentu dengan partai Y," selorohnya tak merinci lebih jauh.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Fraksi PKS DPR Abdul Hakim membenarkan Pesiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq langsung mengumpulkan semua pimpinan partainya, usai bertemu dengan Presiden SBY. Pokok bahasannya adalah hasil pertemuan dengan SBY tadi siang. “PKS akan melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan untuk konsolidasi partai hingga ke tingkat wilayah termasuk sikap partai," ujarnya.

Lebih jauh Abdul Hakim, usul di internal PKS mengenai menteri masih berkembang. Ada yang mengusulkan, bila satu menteri mundur, semuanya mundur sekaligus membuktikan solidnya PKS. Tetapi ada pula yang memandang bahwa mundurnya satu menteri merupakan hak prerogatif Presiden SBY. Ini perlu dihormati. "Tapi itu pendapat pribadi, belum jadi usulan," jelas dia.

Sebelumnya, dalam pertemuan antara Presiden SBY dengan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq di Puri Cikeas, terlibat dalam perbincang cukup serius. Hal ini berbeda dengan pimpinan parpol koalisi. SBY lebih tampak santai ketimbang dengan Lutfi Hasan itu. Ketegangan masih terlihat saat Lutfi Hasan berbaur dengan para pimpinan lain dari parpol koalisi.(tnc/wmr)


 
Berita Terkait Reshuffle
 
Presiden Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju
 
Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti
 
Bongkar Pasang Menteri Kabinet Jangan Sampai Timbulkan Polemik
 
Azis Syamsuddin Berharap Sosok Muda yang Matang dalam Kabinet
 
Indonesia Butuh Sosok Abdul Mu'ti
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]