Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Persaudaraan Alumni 212 Mantap Deklarasikan Prabowo Capres
2018-07-24 09:30:09

Ilustrasi. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 semakin mantap mendeklarasikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres. Hal ini diungkapkan Ketua PA 212 Slamet Maarif, usai melakukan pertemuan dengan pertai koalisi pendukung Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7) malam.

"Antara ulama-ulama 212 tadi dengan pimpinan partai yang ada, kemungkinan besar capresnya Prabowo Subianto," kata Slamet, pada wartawan.

Di dalam pertemuan tersebut, Slamet mengatakan ingin membentuk koalisi partai keumatan yang terdiri dari lima partai. Kelima partai tersebut adalah Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya. Meskipun demikian, perwakilan PKS tidak terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.

Slamet menambahkan, setelah pertemuan tersebut terlihat kesamaan pikiran antara PA 212 dan sejumlah petinggi partai yang hadir. Oleh karena itu, kata dia, deklarasi capres-cawapres akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Lebih lanjut, Slamet berharap Partai Demokrat dapat ikut bergabung dalam koalisi yang diusung pihaknya. Ia mengatakan saat ini sedang membangun komunikasi dengan partai yang diketuai mantan Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

"Sedang dikomunikasikan dengan Partai Demokrat," ujar dia.

Sejumlah tokoh PA 212 dan sejumlah tokoh partai politik menggelar pertemuan malam ini di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7) malam. Pertemuan tersebut tampak dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Usai pertemuan tersebut, Prabowo tampak berjalan menghindari cegatan wartawan yang hendak mewawancarainya. Mantan danjen Kopassus tersebut hanya tersenyum dengan melambaikan tangannya sembari berjalan dengan cepat menuju mobilnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono juga enggan mengucapkan satu kata pun saat ditanya wartawan mengenai hasil pertemuan tersebut. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, Prabowo tampak meninggalkan Hotel Sultan sekitar pukul 21.09 WIB.(iw/fas/republika/bh/sya)



 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]