Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Virus Corona
Perkembangan Covid-19 Makin Mengkhawatirkan
2021-01-07 08:47:47

Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 6 Januari 2021 Pukul 12.00 WIB.(Foto: @BNPB_Indonesia)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir mengatakan, perkembangan Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Jumlah korban yang terpapar Covid-19 yang terus mengalami peningkatan dan menyebabkan ketersediaan ruang rawat di banyak rumah sakit juga semakin menipis. Hingga hari ini, Rabu (6/1), pasien terkonfirmasi positif mencapai 779.548 orang.

"Bahkan yang paling menyedihkan, ketersediaan tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat sampai petugas laboratorium yang satu persatu terus berguguran meninggal saat bertugas," kata Anas melalui rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (6/1). Untuk itu, Anas meminta pemerintah segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan merekrut dokter dan perawat yang memiliki kompetensi memadai.

Terhadap pasien tanpa gejala (OTG) yang jumlahnya terus meroket, Anas meminta pemerintah memberikan penangan khusus, seperti ruang isolasi tersendiri khusus pasien OTG. "Pasien OTG itu beresiko mempercepat penularan. Untuk itu saya berharap pemerintah menyediakan ruang isolasi khusus bagi pasien OTG," pintanya.

Selain itu, menurut politikus Fraksi PPP ini, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kembali pemberlakuan lockdown parsial di daerah-daerah yang dipandang mengkhawatirkan. "Pemerintah harus bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid varian baru yang disinyalir lebih cepat penularannya daripada Covid-19," tukasnya.(rnm/es/DPR/bh/sya)




 
Berita Terkait Virus Corona
 
Pemerintah Perlu Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Rakyat terkait Kedatangan Turis China
 
Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM di Penghujung Tahun 2022
 
Indonesia Tidak Terapkan Syarat Khusus terhadap Pelancong dari China
 
Temuan BPK Soal Kejanggalan Proses Vaksinasi Jangan Dianggap Angin Lalu
 
Pemerintah Umumkan Kebijakan Bebas Masker di Ruang atau Area Publik Ini
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]