Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Sumpah Pemuda
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Anies Tekankan Kebijakan Berkeadilan di Jakarta
2019-10-29 17:21:12

Anies: Semoga peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda ini menjadi pengingat bagi kita. Bahwa hari ini tugas kita adalah memastikan semua kebijakan mencerminkan semangat dan menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019, di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan selaku Inspekstur Upacara turut membacakan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta teks Pancasila.

Dalam upacara yang mengangkat tema "Bersatu Kita Maju" ini, Anies menegaskan bahwa tugas Pemprov DKI Jakarta hari ini adalah menjaga dan merawat persatuan dengan cara menghadirkan keadilan bagi seluruh warga Jakarta.

Sebab, salah satu cara terpenting dalam menjaga persatuan adalah dengan menghadirkan perasaan keadilan. Hal ini merupakan tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta, serta salah satu cara untuk memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan meneruskan semangat dan perjuangan Sumpah Pemuda dalam mempersatukan bangsa dan negara Indonesia.

"Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober ini, saya sampaikan kepada seluruh jajaran, jika dulu anak muda berhasil menemukan tantangan di jamannya yaitu membentuk persatuan, maka tantangan kita sekarang adalah menghadirkan keadilan, semua kebijakan kita harus bisa menghadirkan rasa keadilan. Dengan cara seperti itu maka muncul persatuan. Nah ini dimulai dari mana? Dari segala macam kebijakan, keseteraan itu menjadi penting sekali. (Sebab) sulit membangun persatuan dalam ketimpangan dan ketidakadilan," ujar Anies, dikutip dari siaran PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies menambahkan, kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta haruslah yang kebijakan yang mendorong terjadinya rasa keadilan, baik dari mulai perumusannya sampai dengan tahap implementasinya. Dalam menghadrikam rasa keadilan ini harus ada usaha serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar masyarakat Indonesia, khususnya kota Jakarta bisa terus bersatu. Gubernur Anies berharap, peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda ini menjadi betul-betul pengingat bagi semua pihak.

"Tugas kita semua sekarang adalah memastikan di Jakarta semua kebijakan, sampai eksekusi, seluruhnya harus mencerminkan semangat dan menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta. Jika ada keadilan sosial dan ada perasaan kesetaraan, maka muncul persatuan. Kebijakan-kebinakan yang dibuat harus kebijakan mendorong terjadinyq rasa keadilan, apalagi tuntutan kita merdeka adalah menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Tantangan terbesar kita adalah merawat persatuan, persatuan terus diusahakan," jelasnya.

Anies berharap, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 ini, semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, terus mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sehingga Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih kaya kosa katanya, dan lebih berkembang.

Caranya, kata Anies, antara lain dengan menyerap kosa kota dari berbagai macam bahasa daerah yang ada di Indonesia. Sebab, bahasa daerah memiliki kekayaan diksi yang luar biasa, dan berpotensi dapat diserap menjadi kekayaan Indonesia sebagai Bahasa Indonesia.

"Hari ini kita memperingati 91 tahun sumpah pemuda. Di tahun 1928, tantangan terbesar bangsa ini adalah membangun semangat kebangsaan dan persatuan. Karena pada masa itu memang belum ada negara Indonesia, (masih) sebuah cita-cita. Salah satu kalimat paling penting adalah merumuskan bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Di kalimat paling bawah, lokasinya di Negeri Jakarta. Memang waktu itu masih banyak konsep tentang kawasan nusantara ini," terangnya.

Anies menjelaskan, mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ini merupakan salah satu cara menjaga dan merawat persatuan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

"Ketika itu mereka merumuskan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk mempersatukan. Dan alhamdulillah itu efektif sekali. Sampai dengan hari ini, dengan adanya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, maka begitu banyak hal di Indonesia bisa diselesaikan dengan jauh lebih mudah. Dengan cara seperti itu, maka persatuan kita akan terus bisa dirawat melalui bahasa. Jadi bahasanya harus berkembang," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Anies menyerahkan secara langsung Piagam Penghargaan kepada tiga orang siswa yang terpilih sebagai Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan Tingkat Provinisi DKI Jakarta Tahun 2019. Ketiga pelajar tersebut adalah Muhammad Bintang Iftitah dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta sebagai Juara I; Azahra Ullum dari SMK Negeri 8 sebagai Juara II; dan Muhammad Arif dari SMA Negeri 62 Jakarta sebagai Juara III.

Upacara yang dihadiri oleh segenap ASN Pemprov DKI Jakarta ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Firdaus yang berindak sebagai Perwira Upacara; Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis; Para Pejabat Pemprov DKI Jakarta, dan Pejabat DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, para anggota Forkominfo Provinsi DKI Jakarta; Perwakilan Pengurus dan Anggota PKK dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta; serta Perwakilan dari Unsur TNI dan Polri, Tagana, dan Ormas. Selain itu, Paskibraka Provinsi DKI Jakarta bertugas mengibarkan bendera dalam ucapara bendera kali ini, dan Purna Paskibra Indonesia bertugas membacakan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia adalah Gusein Andreas.

Sedangkan, Korps Musik yang berasal dari Disgulkarmat Provinsi DKI Jakarta ini bertugas mengiringi Paduan Suara berasal dari Jakarta Youth Choir. Paduan Suara Binaaan Dispora Provinsi DKI Jakarta ini, membawakan beberapa lagu, antara lain Indonesia Pusaka dan Bangun Pemudi Pemuda. Upacara ini turut dimeriahkam ole penampilan Drama Tari Kreasi Betawi yang bertema "Kembalinya Sang Jawara" yang dilakoni oleh Purna Parkaya Muda Indonesia.(beritajakarta/bh/sya)


 
Berita Terkait Sumpah Pemuda
 
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Anies Tekankan Kebijakan Berkeadilan di Jakarta
 
Sumpah Pemuda Harus Jadi Spirit Generasi Muda
 
UnRas Gerakan Indonesia Memanggil: #ReformasiDikorupsi #DemokrasiDikorupsi #BergerakBersama
 
Sumpah Pemuda dan Pisah Sambut Jaksa Agung di Badiklat
 
Bamsoet: Kaum Muda Harus Jadi Motor Penggerak Roda Zaman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kudeta Myanmar: Aung San Suu Kyi Muncul di Pengadilan, Unjuk Rasa Terus Berlanjut
HNW Suarakan Penolakan Perpres Investasi Miras
Soal Perpres Miras, Sekum PP Muhammadiyah: Pemerintah Harus Lebih Bijak
Polsek Samarinda Ulu Menangkap 2 Residivis dan Barang Bukti 1 Kg Sabu
2 Pelaku Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Melalui SMS Dibekuk
Pembukaan Investasi Miras Ancam Kehidupan Rumah Tangga Keluarga Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pembukaan Investasi Miras Ancam Kehidupan Rumah Tangga Keluarga Indonesia
HNW: Masyarakat Menolak Penghapusan Santunan Korban Covid-19
Waketum MUI: Kerumunan Jokowi dan Rizieq Cukup Dihukum Denda
Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan
Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]