Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Perbatasan Long Lunuk - Tiong Ohang Mulai Bercahaya, Bendera Merah Putih akan Dikibarkan
Wednesday 16 Sep 2015 06:18:26

Tampak pembangunan jalan Long Bagun, Tiong Ohang.(Foto: BH/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kawasan Perbatasan Long Lunuk - Tiong Ohang yang berada di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang beberapa waktu lalu menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan menjadi isu nasional, sehingga semua mata dan telinga mengarah ke kawasan tersebut karena kondisi keterisolirnya, kurangnya perhatian Pemerintah pusat dan Daerah, serta adanya kabar yang tidak menyenangkan akan kurangnya kepercayaan warga perbatasan tersebut untuk cinta kepada NKRI secara utuh.

Berkat tangan dingin seorang pekerja yang tangguh yang tak mengenal lelah untuk membantu warga perbatasan agar tetap dapat hidup layak sebagaimana kebanyakan orang yang berada di perkotaan, yang namanya tidak banyak di dengar di media, usianya juga masih muda. Ialah Pejabat Pembuat Komitmen Jalan Nasional (PPKJN) Batas Kalbar - Long Pahangai - Batas Kaltara yang diketahui bernama Agus Pade, dan sejak tahun 2012 yang lalu hingga 2015 kini, dengan semangat cinta terhadap NKRI selalu terjun kelokasi bersama dengan beberapa kontraktor, serta TNI yang tak luput juga peran masyarakat setempat untuk bahu membahu membangun akses jalan bagi warga perbatasan, hingga akhirnya dapat dirasakan saat ini pada masa kemarau panjang yang menerpa daratan Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Long Pahangai, Long Lunuk dan Tiong Ohang dan sekitarnya yang mulai telah bercahaya dapat merasakan manfaatnya.

Belum lupa dalam ingatan kita, akibat terisolirnya warga perbatasan tersebut hingga terungkapnya tuntutan yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Namun, dengan tekad Agus Pade selaku PPKJN batas Kalbar-Long Pahangai-Batang Kaltara berkomitmen dengan beberapa pengusaha sejak 2012 agar jalannya pembangunan dapat dirasakan manfaatnya di tahun 2015.

Hal ini terbukti saat kondisi dalam masa kemarau panjang ini telah memasuki bulan ke empat, seperti ini sangat terasa sekali bagi masyarakat Long Bagun, Long Pahangai, Long Lunuk, Tiong Ohang hingga Long Apari yang sangat kesulitan untuk mengangkut kebutuhan pokok sehari hari, baik itu bahan bakar maupun sembako, yang selama ini melewati Sungai dan Rawa dikala hujan sehingga sangat menyusahkan warga. Namun, dengan jalan yang sudah terbuka sangat membantu sekali bagi warga, jelas Agus Pade diruang kejanya pada, Selasa (15/9).

Ditambahkan bahwa, dengan adanya jalan yang sudah mulai terbuka dari Melak, Tering, Long Bagun, sampai ke Long Pahangai juga Long Lunuk dan Tiong Ohang hingga Long Apari, sekarang sedikitnya sudah banyak membantu warga walau sebagian jalan masih berupa jalan tanah yang baru dibuka, dan sebagian lagi jalan yang masih berupa timbunan batu kerikil, namun sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh warga melalui jalan darat, ujar Agus Pade.

"Walau kondisi hingga saat ini jalan dari Long Bagun - Long Pahangai - Long Lunuk - Tiong Ohang hingga Long Apari sebagian jalan masih berupa jalan tanah yang baru dibuka, dan sebagian jalan yang masih berupa timbunan batu kerikil, namun sudah banyak dimanfaatkan oleh warga melalui jalan darat tersebut" jelas Agus Pade, Selasa (15/9).

Manfaat bagi warga setelah jalannya dibuka dan imbas dari kemarau panjang hingga sungai pun mengering, sehingga sampai saat ini banyak kendaraan kecil yang lalu lalang mengangkut orang maupun bahan bakar dan sembako bagai warga tersebut, terang Agus.

Selaku Pejabat Pembuat Komitmen Jalan Nasional, Agus Pade juga mengatakan bahwa, pada tahun ini juga masih berjalan pembangunan jalan Long Pahangai - Long Lunuk hingga ke Long Apari. Walau masih ada kesulitan dalam mengangkut bahan bakar, namun dengan jalan yang sudah mulai dibuka tersebut sudah bermanfaat, namun tidak berjalan mulus, karena terkendala dengan sebagian besar jembatan yang hingga saat ini masih dalam perencanaan, yang dikala hujan turun dan banjir, transportasi bahan-bahan pokok jadi terhambat, tegas Agus.

Namun, kami harapkan agar di tahun ini dapat terlaksana dengan baik agar dapat dimanfaatkan oleh warga yang dapat melakukan perjalanan baik ke Ibu kota kabupaten dan provinsi maupun sebaliknya, karena menjadi dambaan bagi kita semua.

"Kami telah melakukan komitmen bersama, baik dengan jajaran TNI yang telah bersama membantu terbukanya akses jalan tersebut dan juga warga baik Long Bagun - Long Pahangai - Long Lunuk - Tiong Ohang dan Long Apari untuk melakukan upacara Benderah Merah Putih di perbatasan, di daerah Tiong Ohang sekitar bulan Nopember 2015 mendatang, sebagai ucapan sukur atas dibukanya jalan dan dimanfaatkan oleh warga setempat," pungkas Agus Pade.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]