Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Perancis
Perancis Selidiki Penikaman Tentara di Paris
Sunday 26 May 2013 12:28:21

Tentara Prancis menjadi korban penikaman saat berpatroli di stasiun La Defense.(Foto: Ist)
PERANCIS, Berita HUKUM - Tentara Perancis menjadi korban penikaman saat berpatroli di stasiun La Defense.

Pemerintah Perancis saat ini sedang menyelediki kasus penikaman seorang tentara di daerah pinggiran Paris yang memiliki kemiripan dengan kasus penyerangan di Woolwich, London, Inggris.

Mereka saat ini sedang mencari tahu apakah pelaku serangan tersebut meniru aksi serupa yang menewaskan seorang tentara Inggris bernama Lee Rigby.

"Mereka berusaha membunuh tentara karena dia memang seorang tentara," kata Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian.

Sebelumnya laporan mengatakan tentara yang menjadi korban itu sedang melakukan patroli di daerah La Defense pada hari Sabtu sore ketika dia menjadi sasaran penikaman oleh orang yang tidak dikenal.

Tentara yang tengah berpatroli bersama dua rekannya itu ditikam dari belakang dengan pisau oleh pelaku.

Pelaku bisa melarikan diri sebelum kedua rekan sang tentara menyadari peristiwa itu.

Saat ini tentara yang menjadi korban penikaman sedang berada dalam perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil.

Le Drian sesaat setelah peristiwa itu terjadi mengatakan tentara memang sudah ditargetkan oleh pelaku serangan dan dia bertekad untuk memimpin "pertempuran melawan aksi terorisme."

Status waspada

Kasus penyerangan ini sekarang sedang dalam penyelidikan jaksa anti-terorisme.

Sebelumnya Presiden Perancis, Francois Hollande mengatakan pihak keamanan tidak menemukan adanya bukti yang mengkaitkan kasus itu dengan kasus yang terjadi di London.

Perancis saat ini sedang menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi setelah munculnya ancaman serangan dari sayap al-Qaeda di Afrika Utara.

Ancaman ini muncul terkait dengan kebijakan Prancis yang mengirimkan tentaranya membantu pemerintah Mali dalam mengatasi kelompok militan.

Wartawan BBC di Paris, Christian Fraser mengatakan status waspada ini pula yang menjadi alasan sejumlah tentara rutin melakukan patroli di pusat kota Paris.

Sementara itu dari perkembangan penanganan kasus penyerangan tentara di Inggris, dinas intelijen negara itu, MI6 mengatakan dua pelaku penyerangan bernama Michael Adebolajo dan Michael Adebowale sebenarnya sudah diawasi.

Namun mantan Kepala MI6, Richard Barrett mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan mendadak seperti itu.

Para pelaku sesaat setelah melakukan aksinya sempat mengatakan alasan mereka melakukan serangan itu karena tentara Inggris membunuhi Muslim setiap hari.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Perancis
 
• Sarkozy Resmi Diselidiki Aparat Prancis
 
• Perancis Selidiki Penikaman Tentara di Paris
 
• Usai Didemo, Perancis Malah Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
 
• Dua Pelaku Tewasnya Tiga Pegiat Kurdi Berhasil Ditangkap
 
• Warga Prancis Protes Tolak Pernikahan Gay
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]