Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Perampokan
Perampokan Disertai Pembantaian Sadis di Jalan Merak Samarinda
2016-12-28 07:52:31

Ilustrasi. Perampokan.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kejadian perampokan berdarah terjadi di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (27/12) malam, korban diketahui bernama Man Rafi (27) yang bekerja sebagai kasir pada perusahan toko sembako yang dihabisi nyawanya dengan luka menggenaskan di sebuah lorong kecil di samping toko majikannya, terletak di Jl. AM Sangaji (Jalan Merak) Samarinda.

Informasi yang dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Selasa (27/12) malam, jasad korban Man Rafi dari Palaran yang ditemukan warga di lorong kecil di samping toko majikannya dimana dia bekerja. Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka di bagian leher serta beberapa luka tusuk dibagian wajah dan dada. Kepolisian Polres Samarinda dan Polsek Samarinda langsung melakukan evakuasi dan langsung dibawa ke kamar mayat RSU AW Syahrani Samarinda untuk menjalani otopsi.

Kematian korban yang terjadi diduga kuat akibat perampokan yang menggegerkan warga sekitar, sehingga seketika warga memenuhi sekitar lokasi toko tempat korban ditemukan, Sebelum dihabisi, korban yang membawa uang Rp 103 juta tersebut akan menyetor ke bosnya, yang diduga sebelumnya ia diikuti perampok dari area pergudangan, dimana korban bekerja hingga di habisi di lorong kecil samping toko majikannya di jl. Merak.

Petugas Reskrim Polresta Samarinda yang dibantu tim Polsekta Samarinda Utara langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah Saksi yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Eric Budi mengatakan, korban bekerja di toko sembako di tempat ini, korban dengan membawa uang Rp 103 juta di habisi di lorong ini, uang Rp 103 juta di ambil pelaku.

"Iya telah terjadi perampokan menyebabkan korban meninggal dunia, uang perusahan Rp 103 juta setelah korban dihabisi uangnya di ambil dan dibawa kabur pelaku, yang ciri cirinya sudah diketahui," ujar Kompol Eric.

Sumber warga sekitar mengatakan bahwa, Man Rafi biasanya setelah selesai menagih selalu mampir ke rumah orang tuannya yang pas di belakang bangunan toko milik bosnya, diduga akan pulang itulah korban dihabisi pelaku, terang sumber warga.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas membawa beberapa orang untuk dimintai keterangannya, diantaranya beberapa orang rekan kerja korban juga pemilik toko, dimana korban Man Rafi bekerja.(bh/gaj)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Perampokan
Tiga Pelaku Perampokan Menewaskan Pasutri Bos Garmen Berhasil Ditangkap
Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Rekayasa Perampokan Truk Kontainer senilai Rp1,9 Milliar
Satu dari Tiga Pelaku Perampok Uang Setoran SPBU Tewas di Dor
Perampokan Disertai Pembantaian Sadis di Jalan Merak Samarinda
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama
Ribuan Warga ke Monas Ajukan Paspor Kilat di Acara Festival Keimigrasian 2018
Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
PBB Riau Resmi Mendukung Pasangan Firdaus-Rusli Menjadi Gubernur
Hasil Munaslub Tunjuk Daryatmo Sebagai Ketum Hanura
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Komisi II DPR Soroti Keputusan MK terkait Verifikasi Faktual
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]