Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pariwisata
Penurunan Pariwisata di Bali Berdampak Besar Terhadap Ekonomi Masyarakat
2021-05-07 23:08:28

JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana menjelaskan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali berdampak sangat besar terhadap ekonomi masyarakat. Menurut politisi dari daerah pemilihan Bali ini, kondisi masyarakat di destinasi wisata utama Indonesia tersebut sangat mengalami pukulan telak dari sisi ekonomi.

"Karena itu, saya tidak mau masyarakat bali diberikan janji palsu. Tapi harus diberikan bantuan konkrit dari pemerintah atau kementerian/Lembaga untuk hadir membantu. Karena pukulan telaknya ekonomi di Bali begitu besar dan begitu berdampak ke masyarakat," jelas Putu dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021 di Ruang Paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5).

Putu menambahkan penurunan ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan bagi pelaku ekonomi pariwisata, tapi kepada pelaku UMKM, pengusaha restoran dan hotel. "Tentu kami ingin mendengar Pimpinan DPR langsung memberikan masukan kepada Presiden, agar memberikan bantuan konkrit segera dan nyata karena memang sudah tahapannya sangat sulit dan dampaknya begitu mendalam bagi kita masyarakat di bali," harap Putu.

Diketahui, berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali selama kuartal I Tahun 2021 tercatat terkontraksi minus 9,85 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/YoY). Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya atau pada kuartal IV/2020 (quarter to quarter/QtQ), pertumbuhan ekonomi Bali juga tercatat minus 5,24 persen.(rdn/sf)


 
Berita Terkait Pariwisata
 
Penurunan Pariwisata di Bali Berdampak Besar Terhadap Ekonomi Masyarakat
 
Maksimalkan Potensi Pariwisata, Komisi IV DPRD Kaltim Studi Banding ke Jawa Barat
 
Pak Jokowi, Pariwisata Indonesia Juga Semakin Gak Beres Nih
 
Sensasi Menjelajah Lautan dengan De' Kartini
 
Menpar Memberikan Penghargaan Uang Tunai Jutaan Rupiah dalam APWI 2018
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]