Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
BBM Subsidi
Pengendalian Kuota BBM Bersubsidi Diputuskan April Nanti
Friday 29 Mar 2013 23:24:23

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.(Foto: Ist)
BALI, Berita HUKUM - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah melampaui dari yang seharusnya. Menaikkan harga BBM memang cara termudah, namun efeknya kepada masyarakat miskin sangat besar. Pemerintah sedang merumuskan langkah pengendalian kuota BBM bersubsidi.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan hal ini seusai rapat terbatas di Laguna Resort & Spa, Nusa Dua, Bali, Kamis (28/3) siang. Rapat yang dipimpin Presiden SBY ini mendengarkan presentasi KEN mengenai, antara lain, masalah fiskal dan APBN.

"Tadi dibahas bahwa menaikkan harga BBM adalah cara termudah untuk mengatasi ini, tetapi efeknya akan membuat orang yang miskin dan hampir miskin akan mendapat produk yang lebih mahal, akan lebih kesusahan," Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan. "Semua setuju bahwa mengendalikan subsidi untuk bahan bakar minyak adalah wajib," Hatta menambahkan.

Menurut Hatta, langkah-langkah pengendalian kuota BBM bersubsidi ini akan diputuskan dalam rapat kabinet pekan depan. Dalam sepekan ke depan ini, hingga 4 April, para menteri terkait, seperti Menko perekonommian, Menteri Keuangan, dan Menteri ESDM akan membahas rumusan dan langkah-langkah pengendalian menjadi sebuah keputusan yang bisa segera dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua KEN Chairul Tanjung menjelaskan soal rekomendasi KEN, antara lain soal subsidi BBM yang memberatkan APBN dan tidak tepat sasaran. "Subsidi BBM ternyata dinikmati sebagian besar oleh orang yang tidak berhak menerima subsidi," ujar Chairul Tanjung.

Rapat membahas rumusan-rumusan yang akan dilaksanakan untuk mengurangi subsidi BBM secara signifikan. "Subsidi di masa depan harus menuju ke arah untuk mengurangi penggunaan volume BBM. Jika program tersebut bisa dilaksanakan, kami yakin subsidi untuk BBM akan tidak terus meledak, terkendali, dan terkelola dengan baik," Chairul Tanjung menambahkan.(yor/pdn/bhc/opn)


 
Berita Terkait BBM Subsidi
 
• BBM Bersubsidi: Konsumsi Diproyeksi Over Kuota
 
• Presiden Tugaskan Hatta Cs Rumuskan Pengendalian Subsidi BBM
 
• Pengendalian Kuota BBM Bersubsidi Diputuskan April Nanti
 
• Segera Tentukan Kebijakan, Pemerintah Terus Pantau Konsumsi BBM Bersubsidi
 
• Pertamina Siap Laksanakan Aturan Penggunaan BBM Bersubsidi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]