Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kasus Cek Pelawat
Pengamat: Kasus Cek Pelawat hanya sampai Miranda
Monday 04 Jun 2012 06:47:47

Dr. Chairul Huda (Foto: BeritaHUKUM.com/ai)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Miranda Swaray Goeltom (MSG) tersangka korupsi dugaan pemberian suap cek pelawat terhadap anggota DPR periode 1999-2004.

Dengan ditahannya Miranda, KPK diharapkan bisa membuka siapa yang sebenarnya berperan besar dan mendanai cek pelawat tersebut. “Langkah selanjutkan KPK harus mencari siapa yang mengeluarkan dana tersebut,” ujar Pengamat Hukum Dr. Chairul Huda.

Namun Chairul mengatakan bahwa kasus cek pelawat ini hanya akan berhenti di Miranda tanpa diketahui siapa sebenarnya yang mendanani cek pelawat tersebut.

“Sebenarnya yang mengetahui siapa penyandang dana ialah Nunun Nurbaeti, namun hingga nunun di vonis oleh pengadilan tipikor tidak terkuak dalam persidangan siapa yang menjadi donator tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya KPK secara resmi telah melakukan penahanan terhadap mantan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI), Miranda S Goeltoem dalam kasus dugaan pemberian suap cek pelawat terhadap anggota DPR periode 1999-2004 pada hari Jumat (1/6) lalu.

“Mulai hari ini hingga 20 hari kedepan, untuk kepentingan penyidikan, MSG kami tahan di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK,” ujar Juru Bicara Johan Budi Prasetyo di Gedung KPK pada Jumat lalu.

Menurutnya penahanan Miranda dilakukan karena tiga hal yakni ditakutkan yang bersangkutan melarikan diri, yang bersangkutan menghilangkan barang bukti dan yang bersangkutan mengulangi perbuatan yang serupa. “Atas dasar itulah KPK menahan Mantan DGS BI tersebut,” jelasnya.(bhc/dit)



 
Berita Terkait Kasus Cek Pelawat
 
KPK Belum Berani Lanjutkan Kasus Cek Pelawat
 
Pengadilan Tinggi Tetap Vonis Miranda 3 Tahun Penjara
 
Divonis 3 Tahun Miranda Langsung Ajukan Banding
 
Miranda Goeltom Dituntut Hukuman 4 Tahun Penjara
 
Tjahjo Kumolo Bantah Miranda Janjikan Uang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]