Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kanada
Penembak di Parlemen Kanada Pernah Dibui
Thursday 23 Oct 2014 11:55:18

Seorang bersenjata menembak, lalu lari ke gedung-gedung sambil terus menembak. Bibeau menembak seorang serdadu di Monumen Peringatan Perang.(Foto: twitter)
KANADA, Berita HUKUM - Pelaku penyerangan parlemen Kanada di Ottawa pada Rabu (22/10) waktu setempat pernah dipenjara karena kasus perampokan dan kepemilikan senjata pada 2003. Beberapa saat setelah penyerangan digagalkan, stasiun televisi CTV melaporkan bahwa pelaku bernama Michael Zehaf-Bibeau.

Pria berusia 32 tahun itu pernah dipenjara dan sebelum melakoni penyerangan tengah diselidiki dalam kasus kepemilikan narkotika. Oleh badan intelijen Kanada, dia dimasukkan ke dalam kategori ‘orang berisiko tinggi’. Oleh karena itu, paspor Bibeau telah disita guna mencegahnya bepergian ke luar negeri.

Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, mengaku aparat keamanan masih menyelidiki apakah Bibeau bertindak sendirian atau memiliki sekutu.

Dalam aksinya, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP dan Associated Press, Bibeau melepaskan tembakan ke arah seorang serdadu yang menjaga Monumen Peringatan Perang.

Serdadu itu ialah Kopral Nathan Cirillo, bagian dari kesatuan pasukan penggelar seremoni di kompleks parlemen. Cirillo mengalami luka-luka tetapi kemudian meninggal dunia akibat cedera yang dideritanya.

Parlemen

Setelah aksi itu, Bibeau berlari dengan membawa senapan ke gedung parlemen yang berjarak beberapa ratus meter. Sejumlah saksi mata menggambarkan Bibeau sebagai seorang pria yang berpakaian serba hitam dan wajahnya setengah tertutup oleh sehelai kain.

Setelah sempat baku tembak dengan penjaga keamanan di parlemen, Bibeau tewas akibat peluru yang dilepaskan Sersan Kevin Vickers.

Saat berita ini diturunkan, Kepolisian Ottawa telah mencabut blokade di pusat kota.

“Investigasi polisi di pusat kota telah menyimpulkan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik di area tersebut. Namun, operasi polisi masih berlanjut di kompleks parlemen. Dengan demikian, wilayah itu tidak bisa dimasuki publik,” sebut pernyataan resmi Kepolisian Ottawa.

Sejumlah tembakan dilepaskan di Tugu Memorial Perang Nasional dan di dalam parlemen Kanada di Ottawa, menyebabkan seorang tentara luka.

Saksi mata melaporkan melihat seseorang bersenjata menembaki Tugu Memorial Perang Ottawa dan kemudian lari ke arah gedung-gedung pemerintah, lalu melepaskan sejumlah tembakan lagi. Sekitar 50 kali tembakan dilakukan si pelaku.

Seseorang tentara terluka dalam serangan ini, menurut laporan media Kanada.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah negara itu menaikkan status kewaspadaan terorismenya dari rendah ke menengah, setelah seseorang yang pindah ke agama Islam dibunuh oleh polisi di Quebec karena menabrak dua tentara dengan mobilnya.

"Tembakan dilepaskan pukul 9.52 hari ini di Tugu Memorial Perang, satu orang terluka," kata Polisi Ottawa melalui Twitter hari Rabu (22/10).

Dua anggota parlemen Kanada mengatakan kemudian bahwa orang bersenjata itu sudah dibunuh, tetapi hal ini masih belum dikonfirmasi.

Pejabat pemerintah sebelumnya mengatakan bahwa tingkat ancaman dinaikkan sebagai tanggapan atas meningkatnya "percakapan umum" online dari kelompok-kelompok radikal termasuk kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan al-Qaida.

Juru bicara kementerian Jean-Christophe de Le Rue mengatakan pada hari Selasa (21/10) bahwa meningkatnya tingkat ancaman ini berarti "badan intelijen telah mengindikasikan bahwa seorang individu atau kelompok di dalam Kanada atau luar negeri memiliki maksud dan kemampuan untuk melakukan tindakan terorisme".(BBC/bhc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Kanada
Hawa Panas Ekstrim di Kanada Sebabkan Puluhan Orang Meninggal Dunia
Penembak di Parlemen Kanada Pernah Dibui
Lima Orang Tewas dan Puluhan Hilang dalam Kebakaran di Kanada
Puluhan Hilang Pasca Kecelakaan Kereta Api di Kanada
Korban Ledakan Kereta Api di Kanada Bertambah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018
Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak
DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan
Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
Ekspedisi Mobil Listrik Blits Singgah di Pemkab Kaur dan Disambut Gembira
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!
Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing
Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]