Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Duka cita
Pendiri Matahari Store, Hari Darmawan Meninggal Dunia di Sungai Ciliwung
2018-03-10 13:50:51

Keluarga tampak berduka di dekat jasad Hari yang berada di dalam peti dengan foto terpasang di depannya.(Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pendiri dan mantan pemilik Matahari Department Store Hari Darmawan (77) meninggal dunia. Kematian pengusaha tokoh retail Indonesia tersebut cukup tragis, karena ditemukan mengambang di sungai Ciliwung.

Jenazah Hari Darmawan sebagai pemilik Taman Wisata Matahari (TWM), ditemukan mengambang di sungai Ciliwung, di belakang Loka Wiratama, desa Leuwimalang, kecamatan Cisarua, Sabtu pagi (10/3), sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, Sabtu malam (9/3), sekitar pukul 21.00 WIB, korban bersantai di sebuah villa, di lingkungan taman wisatanya yaitu Taman Wisata Matahari (TWM), ditemani sopir pribadinya.

Saat itu, korban minta diambilkan koran, setelah koran ada, korban lalu minta dibikinkan kopi. Tetapi, pada sat sopir itu mengantarkan kopi pesanan almarhum, korban sudah tidak terlihat ada di tempat.

"Korban hilang sejak jam 21.00 jumat malam Sabtu. Security di TWM, langsung melakukan pencarian di darat, namun tidak ditemukan. Dan, Sabtu dinihari pukul 03.00 wib saya ditelepon seseorang, untuk diminta bantuan melakukan pencarian korban," ujar Ketua Satuan Siaga Bencana Harkamtibmas (SSBH), Dilah Kolik.

Dilah menjelaskan, pencarian teehadap korban, setelah dilakukan hasil pencarian oleh tim SSBH malam itu, tim menduga korban terbawa hanyut ke sungai Ciliwung. Dan pencarian dilanjutkan pada Sabtu paginya.

"Setelah pencarian di darat tidak ditemukan, tim SSBH melakukan pencarian ke sungai Ciliwung. Pencarian dengan menggunakan dua perahu karet yang dimulai dari tempat start arum jeram Leuwimalang," kata Dilah.

Dengan memakan waktu 20 menit, jenazah korban ditemukan terangkut di batu, di kali Ciliwung tepat di belakang Loka Wiratama, desa Leuwimalang, kecamatan Cisarua, dengan kondisi mengambang tidak bernyawa, 500 meter dari tempat hilangnya korban semalam, tepat di belakang Loka Wiratama, desa Leuwimalang, kecamatan Cisarua.

Rencananya, setelah jenazah korban diperiksa di RSUD Ciawi, kemudian akan dibawa ke rumah duka di Jakarta, yang langsung hari ini juga akan diterbangkan ke Bali.

Nama Hari Darmawan sempat bersinar terang pada masanya, sebagai tokoh retail Indonesia. Namun seiring waktu, sinar usaha yang dilakukannya semakin meredup. Menjadi berita besar ketika bisnis ritel yang didirikan dan dibesarkannya diambilalih oleh pengusaha James Riady (pemilik Lippo Group).

Mengutip dari berbagai sumber, Sabtu pekan ini, Hari Darmawan kelahiran 27 Mei 1940 di Makassar berasal dari keluarga pengusaha. Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, seorang pengusaha asal Makassar. Ayahnya memiliki usaha produk pertanian.

Pada usia lima tahun, Hari harus melihat usaha keluarganya bakrut. Kemudian orangtuanya kembali membangun usaha kembali dari nol. Sejak usia dini ia sudah diajarkan mengenai kerja keras, ketekunan, dan pantang menyerah saat berdagang. Usai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Hari Darmawan merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Kemudian dia bertemu jodohnya, Anna Janti, yang merupakan putri dari pemilik "Mickey Mouse", toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru. Pada saat itu, Pasar Baru merupakan distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Hari pun berjuang untuk mengembangkan bakat usahanya usai membeli toko serba ada milik mertuanya tersebut. Hari mampu mengelola toko itu hingga berkembang pesat. Pada 1968, ia mendapatkan kesempatan untuk memperluas usaha.

Ia membeli toko serba ada di Pasar Baru bernama Toko De Zon, yang artinya The Sun atau Matahari. Hari mengganti nama toko itu menjadi Matahari. Hari membeli toko itu lantaran pemilik De Zion yang merupakan pesaingnya sedang kesulitan keuangan.

Ia membuka gerai pertama Matahari pada 24 Oktober 1956. Gerai tersebut di gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta. Pada 1980-an, Matahari membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia.

Toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia. Hari memiliki strategis bisnis yang baik. Ia memajang produk dengan lengkap, sehingga konsumen datang ke tokonya dan memilih barang yang mereka suka dengan kualitas terbaik.

Dengan konsep penjualan itu, gerai Matahari milik Hari Darmawan mampu meraih banyak pelanggan tetap. Usaha Matahari kian berkembang. Matahari Department Store sebagai toko serba ada merupakan gerai modern dan tanpa saingan pada 1990-an.

Pada saat itu Matahari Department Store memiliki masa keemasan. Apalagi dengan pembangunan mal di Jakarta yang begitu masif. Tak hanya itu, Hari Darmawan juga membuka arena bermain Timezone. Ia mampu meraih konsumen dengan konsep sebuah area bermain, sehingga orangtua dan anaknya dapat menikmati area bermain tersebut.(dbs/dw/tajuktimur/lp6/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Duka cita
Stephen Hillenburg: Penghormatan dan 'Tahlil' untuk 'Warga Bikini Bottom Masih Berduka'
Sebelum Meninggal, Berat Badan Artis Pretty Asmara Turun Drastis
Ustadz Hari Moekti, Mantan Rocker Berhijrah Jadi Pendakwah Telah Wafat
Pendiri PKPI Tatto Sugiarto Pradjamanggala Wafat di Usia 80 Tahun
Pendiri Matahari Store, Hari Darmawan Meninggal Dunia di Sungai Ciliwung
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]