Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Pemuda Kaltim Bersatu Ancam Turunkan Massa Demo Tolak Kedatangan Ketua FPI
Tuesday 26 Aug 2014 23:40:49

Ilustrasi. Muhammad Rizieq Shihab seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin organisasi Front Pembela Islam, saat berorasi pada aksi demo di Jakarta.(Foto: BH/put).
SAMARINDA, Berita HUKUM - Penolakan keberadaan Guru Besar Front Pembela islam (FPI) Habib Rizieq Shihab beserta rombongan di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai pembicara dalam tabliq akbar di Masjid Darussalam dan Islamic Center Samarinda dengan "thema menuju NKRI yang Bersyariah" penolakan keras yang dilakukan Gabungan Pemuda Kalimantan Timur Bersatu, bukan hanya mengirim surat kepada pihak kepolisian dan Ketua FPI Kaltim sebagai sikap keberatan, namun langka yang diambil juga dengan menggerakan masa untuk turun kejalan melakukan aksi demo di Islamic center yang juga sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan FPI.

Dikatakan salah seorang kordinator Pemuda Kaltim Bersatu, Erika Siluq,SH, bahwa penolakan keberadaan Habib Riziq Shihab dalam kegiatan tabliq akbar
di kota Tepian, selain menyampaikan surat keberatan yang disampaikan kepada Kapolresta Samarinda dengan tembusan kepada pemerintah terkait pada, Senin
(25/8) malam, juga pada hari ini Selasa (26/8) menyampaikan surat yang sama kepada Ketua FPI Kaltim, yang isinya sama yaitu menolak keberadaan Habib
Rizieq Shibah di Samarinda dalam kegiatan yang bertemakan "Menujuh NKRI yang Bersariat," Penolakan ini karena bertentangan dengan kebinekaan Tugal Ika yang kita anut yaitu yang berlandaskan Pancasila, terang Erika Siluq.

"Selain malam tadi telah menyampaikan surat penolakan kepada Kapolresta Samarinda dengan tembusan pemerintah daerah, juga telah menyampaikan dengan surat juga kepada Ketua FPI Kaltim. Intinya kami tetap menolak keberadaan Guru Besar Habib Rizieq Shihab dalam kegiatan di Kaltim karena dapat mengganggu stabilitas keamanan di kaltim itu sendiri," ujar Erika Siluq.

Haris Susiloh salah seorang warga yang memperhatikan mencintai Kaltim tetap aman dan damai ketika mendampingi Erika, salah seorang Kordinator Pemuda Kaltim Bersatu, kepada BeritaHUKUM.com bahwa, penolakan juga telah disampaikan kepada ketua FPI Kaltim yang bermarkas di jalan Gerilya, kecamatan Samarinda Utara. Dalam penyampaian surat tersebut diterima baik, namun ketua FPI Samarinda tetap mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut tetap berjalan dan Guru Besar habib Rizieq sudah merupakan agenda, jelas Haris.

Haris juga mengatakan bahwa walaupun demikian aksi penolakan kami juga tetap berjalan dengan memasang baliho yang bertuliskan penolakan tentang Muhammad Rizieq Shihab yang akan terpasang dibeberapa tempat seperti Masjid Raya
darussalam dan masjid Islamic Center Samarinda, tegas Haris.

"Malam ini rencananya kami akan memasang beberapa baliho di berbagai sudut kota, baik di Masjid Darussalam, Islamic Center dan Jembatan Mahakam, dengan bertuliskan penolakan terhadap Habib Rizieq Shihab, karena Negera
Kita NKRI yang berlandaskan Pancasila adalah harga mati," tegas Haris.

Erika Siluq, SH selaku Kordinator Pemuda Kalimantan Timur Bersatu kepada pewarta kembali menegaskan, bahwa dengan sikap tegas FPI Kaltim yang tetap
melaksanakan kegiatan tersebut dengan tidak sedikitpun memperhatikan tuntutan kami, maka pada malam ini kami akan memasang beberapa baliho penolakan keberadaan Habib Rizieq Shibah di Kota Tepian Samarinda, besok juga akan menerjunkan sekitar 500 Gabungan Pemuda Kalimantan Timur Bersatu untuk melakukan aksi demo di Islamic Center Samarinda.

"Malam ini kami akan memasang baliho penolakan Habib Rizieq yang akan dipasang di Masjid Darussalam dan Islamic Center Samarinda, juga pada besoknya Rabu (27/8) dengan menerjunkan sekitar 500 masaa dari Gabungan Pemuda Kalimantan Timur Bersatu untuk melakukan aksi demo di Islamic Center yang juga sebagai tempat kegiatan FPI," tegas Erika Siluq.

Penolakan yang kami lakukan ini bukan melakukan provokasi, namun semata menginginkan Kaltim yang selama ini selalu kondusif, Aman dan cinta damai tidak terjadi masalah dengan kami juga berharap aparat Kepolisian juga tetap netral dalam menyikapi permasalahan yang ada sebagai mana aksi Gabungan pemuda yang melakukan demo di Islamic Center besok, pungkas Erika Siluq, SH. (bhc/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]