Dalam pidato tahun baru yang disiarkan televisi, Kim Jong-un menyatakan bahwa seluruh wilayah" /> BeritaHUKUM.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Mengancam 'Tombol Nuklir Ada di Meja Saya'

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Mengancam 'Tombol Nuklir Ada di Meja Saya'
2018-01-02 10:58:08

Pendukung Korea Utara menyaksikan pidato Kim Jong-un di televisi.(Foto: Istimewa)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa dia memiliki sebuah tombol untuk meluncurkan nuklir yang selalu ada di mejanya sehingga AS "tidak akan dapat memulai sebuah perang"

Dalam pidato tahun baru yang disiarkan televisi, Kim Jong-un menyatakan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan senjata nuklir Korea Utara, "Ini merupakan kenyataan, bukan sebuah ancaman".

Namun, dia juga menawarkan sebuah zaitun pada Korea Selatan, yang menunjukkan dia "membuka diri terhadap dialog".

Dia juga mengatakan Korea Utara kemungkinan mengirimkan tim ke Olimpiade Musim Dingin di Seoul.

Ketika ditanya oleh reporter terkait ancaman Kim, Presiden AS Donald Trump mengatakan,"Kita lihat saja, kita lihat saja".

Trump menjawab pertanyaan wartawan disela-sela perayaan Malam Tahun Baru di resor Mar-a-Lago di Florida.

Korea Utara mendapatkan sejumlah sanksi selama tahun lalu karena program senjata nuklirnya dan berulang kali melakukan uji coba rudal konvensional.

Negara yang terisolaso secara politik telah melakukan enam kali uji coba nuklir dan memamerkan peningkatan kekuatan rudal.

Pada November, Korut melakukan uji coba Hwasong-15, yang dapat mencapai ketinggian 4.475 kilometer - lebih dari 10 kali Stasiun Luar Angkasa Internasional.

RudalHak atas fotoREUTERS
Image captionKorea Utara untuk pertama kalinya melakukan uji penembakan rudal balistik antarbenua Juli lalu.

Negara ini juga mengklaim telah mengembangkan senjata nuklir secara penuh, meskipun masih ada sikap skeptis di kalangan internasional mengenai kapasitas sebenarnya untuk melakukan sebuah serangan.

Dalam pidato di televisi, Kim menekankan kembali fokusnya terhadap program senjata, dengan mengatakan negaranya harus "memproduksi secara massal hulu ledak nuklir dan rudal balistik dan meningkatkan pengembangannya".

Namnun, dia juga menyebutkan bahwa hubungan antara Korea Utara dan Selatan - secara teknik masih dalam perang - dapat mereda di tahun mendatang.

"Tahun 2018 merupakan sebuah tahun yang signifikan baik bagi Utara dan Selatan, dengan Utara memperingati 70 tahun kelahirannya dan Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin".

Pidato ini dilihat sebagai sinyal perubahan setelah dalam setahun lebih banyak melakukan retorika agresif.

Kim mengatakan dia akan mempertimbangkan mengirim perwakilan dalam Pertandingan di Pyeongchang, Korea Selatan pada Februari nanti- sebuah isyarat yang akan disambut Korea Selatan.

"Partisipasi Korea Utara dalam Pertandingan Musim Dingin akan menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan persatuan masyarakat dan kami harap Pertandingan akan sukses," kata Kim.

"Pejabat dari dua Korea mungkin harus segera bertemu untuk membahas kemungkinannya."

Dua orang atlet Korea Utara yang masuk kualifikasi untuk Olimpiade Musim Dingin yaitu peselancar es Ryom Tae-Ok dan Kim Ju-Sik.

Korea Utara telah melewati batas waktu resmi untuk mengkonfirmasi keikutsertaannya namun keduanya masih dapat bertanding dengan undangan dari Komite Olimpiade Internasional.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
• Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
• Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
• Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
• Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
• Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]