Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Google
Pemimpin Google Brazil Terancam Ditangkap
Wednesday 26 Sep 2012 12:11:28

Fabio Jose Silva Coelho (Foto: Ist)
BRAZIL, Berita HUKUM - Hakim pengadilan wilayah di Brazil memerintahkan penangkapan pemimpin Google Brasil, Fabio Jose Silva Coelho karena mereka tidak bersedia menarik sebuah video yang berisi fitnah terhadap calon walikota salah satu wilayah dari mesin pencarinya.

Sebelumnya otoritas setempat meminta Google untuk tidak menampilkan video yang diunggah ke Youtube karena berisi fitnah terhadap salah satu calon Walikota Campo Grande, Alcides Benal.

Hakim pengadilan setempat juga telah menyetujui permintaan itu namun Google menolak dan mengatakan akan banding terhadap putusan tersebut.

Google dalam pernyataan sebelumnya juga menyebut bahwa mereka tidak bertanggung jawab terhadap isi postingan yang ada di dalam situs mereka.

Sejumlah media di Brazil menggambarkan video itu berisi tentang tuduhan terhadap Alcide Benal yang menurut pengunggahnya terlibat dalam sejumlah kejahatan di negara itu.

Hakim yang menangani perkara tersebut, Flavio Peren mengatakan video itu telah melanggar aturan pemilihan kepala daerah setempat. Namun perintahnya untuk menurunkan video itu tidak diindahkan oleh Google sehingga dia mengeluarkan perintah penangkapan terhadap pemimpin Google di Brasil, Fabio Jose Silva Coelho.

Seperti dikutip dari Reuters, Google tidak sepakat dengan keputusan itu, karena menurut mereka internet seharusnya menjadi tempat yang bebas bagi pemilih untuk menyatakan pendapatnya tentang calon pemimpin mereka.

Namun sejumlah wartawan disana menuliskan bahwa tanggung jawab Google terkait isi yang disebarkan dalam situs pencarian mereka belakangan dipertanyakan terkait kasus berbeda seperti pemuatan video anti Islam yang mengundang protes di sebagian negara.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Google
 
10 Cara Mengatasi Penyimpanan Gmail Penuh dengan Mudah dan Praktis
 
Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan
 
Pembaharuan Fungsi Google Maps Live View untuk Pengemudi
 
Google Meet Hadir di Gmail, Ini Manfaatnya
 
Google Sarankan Jangan Gunakan Browser Microsoft Edge
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]