Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Pemilu 2014 Partai Lokal Masih Dominan di Aceh
Tuesday 10 Dec 2013 12:52:46

Partai Peserta Pemilu 2014.(Foto: Ist)
ACEH, Berita HUKUM - Diprediksikan Partai politik lokal masih memimpin di Aceh pada Pemilu 2014 mendatang, demikian sebut pengamat politik dari Universitas Malikussaleh (Unimal) di Lhokseumawe, Kamaruddin Hasan MSi.

"Yang dominan baik di tingkat provinsi/kabupaten/kota, adalah Partai lokal," ujar pria kelahiran Panton Labu, Aceh Utara ini, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Senin (9/12).

Menurutnya, Partai Aceh (PA) pada Pemilu 2014 masih menduduki posisi teratas dengan perolehan suara antara 60 persen, disusul dengan Partai Nasional Aceh (PNA) sebesar 40 persen.

Itu kalau untuk partai lokal saja, sambung Kamaruddin, bila prediksi secara global termasuk Partai nasional, posisi PA masih dominan antara 30-an persen, sedangkan PNA antara 25 persen, dan sisanya diikuti oleh Partai lokal seperti Partai Damai Aceh (PDA), dan menyusul Partai-partai nasional lainnya.

"PA masih tetap dominan di Aceh, sebab animo masyarakat terhadap partai itu masih besar," ucapnya.

Kendati begitu, kepada para Partai politik baik lokal maupun nasional, diharapkan tidak semata-mata hanya memenangkan pemilu saja, namun mereka memiliki tugas untuk dapat memberikan pembelajaran berpolitik yang sehat terhadap masyarakat.

Seharusnya di Aceh perlu dibentuk poros tengah yang melibatkan (kampus/dosen/mahasiswa, ulama, civil society) yang netral. Mereka mesti menjadi patron, jangan semua berafiliasi dengan Partai, dan Parpol pun tidak harus berupaya keras menarik mereka dalam pelukannya.

"Dan kita saat ini sedang melakukan new social movesment," tutup Kamaruddin Hasan MSi, yang juga Dosen FISIP Komunikasi Unimal.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]