Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Ukraina
Pemerintah Ukraina Memastikan 270 Tewas
Thursday 12 Jun 2014 04:16:21

Donetsk kota terbesar ke-2 di Ukraina dalam kekacauan total.(Foto: Istimewa)
UKRAINA, Berita HUKUM - Pemerintah Ukraina memastikan 270 orang tewas di provinsi Donetsk dan Lushank di bagian timur negara itu sejak operasi mengatasi milisi dimulai musim semi ini. Kementerian kesehatan, yang mendasarkan data dari jumlah jenazah yang ditangani kamar jenazah, menyatakan 225 orang tewas di Donetsk dan 45 lainnya meninggal di Lushank.

Data ini memastikan pernyataan kementerian kesehatan tentang kematian anak-anak, dengan mengatakan 14 korban dilaporkan meninggal karena sakit.

Sejumlah laporan mengatakan dua anak tewas di kota Sloviansk bulan ini.

Anak laki-laki berumur 12 tahun dan anak perempuan berusia enam tahun tewas karena peluru, menurut laporan pendahuluan yang dikeluarkan pejabat kesehatan kawasan hari Selasa (10/6).

Kota yang berpenduduk 120.000 orang, yang dikuasai pemberontak separatis, tersebut menjadi sasaran pemboman hebat sementara pertempuran antara pemberontak dengan pasukan pemerintah berlanjut.

Penduduk setempat mengatakan kepada wartawan BBC Dina Newman bahwa tempat tersebut mirip kota hantu.

Sebagian besar pusat kota hancur, kebanyakan daerah pemukiman di pinggiran juga rusak berat, disamping sejumlah pabrik di perkotaan.

Menteri Kesehatan Oleh Musiy sebelumnya dikutip media mengatakan 14 anak-anak tewas karena "serangan anti-teroris".

Kementerian tersebut memperbaiki informasi dengan memasukkan data 15 orang wanita yang juga menjadi korban.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Ukraina
 
• Ribuan Drone Digunakan Perang di Ukraina, Mengapa Fungsinya Begitu Penting?
 
• Krisis Pangan, Rusia Buka Opsi Ekspor Gandum Ukraina
 
• Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei, Kenapa Tanggal Itu Begitu Penting?
 
• Mengapa Indonesia Abstain Saat Rusia Dikeluarkan dari Dewan HAM PBB?
 
• Bagaimana Sikap Negara BRICS terhadap Rusia?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]