Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Tunisia
Pemerintah Tunisia Umumkan Reformasi setelah Gelombang Demonstrasi
2018-01-15 08:43:23

Demonstrasi terjadi di sejumlah tempat di Tunisia.(Foto: Istimewa)
TUNISIA, Berita HUKUM - Pemerintah Tunisia umumkan rangkaian reformasi sosial, beberapa hari setelah terjadi demonstrasi yang menolak kebijakan penghematan.

Protes terjadi menjelang peringatan tujuh tahun penggulingan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali pada, Minggu (14/1).

Pemerintah mengelar rapat darurat untuk merespon protes yang telah menyebabkan 800 orang ditahan.

Pejabat pemerintah mengatakan berencana untuk menyerahkan usulan reformasi layanan kesehatan, perumahan dan peningkatan bantuan untuk rakyat miskin kepada DPR.

Demonstrasi terjadi sejak awal Januari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan pajak dan harga Tahun Baru pada anggaran negara 2018.

Pada Desember Dana Moneter Internasional IMF menyatakan pemerintah Tunisia harus mengambil "tindakan penting" untuk mengurangi defisit anggarannya.

Pemerintah dianggap gagal untuk menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan, dan industri wisata yang vital di negara tersebut masih sulit untuk bangkit kembali setelah serangan teror dengan target warga asing pada 2015 lalu.

Warga Tunisia melakukan protes di jalanan setelah pemerintah mengumumkan rencana kebijakan, yang merupakan upaya Perdana Menteri Yousef Chahed untuk mengatasi "masa sulit" yang dialami Tunisia pada tahun sebelumnya.

TunisiaHak atas fotoAFP/GETTY
Image captionParti politik, serikat pekerja, pengusaha bertemu pada Sabtu lalu untuk membahas krisis

Juru bicara kementerian luar negeri Tunisia Khlifa Chibani mengatakan pada Sabtu (13/1) bahwa 803 orang ditahan sepanjang pekan karena diduga sebagai penyebab kekerasan, pencurian dna penjarahan selama demonstrasi.

Dia mengatakan 97 anggota pasukan keamanan negara cedera dalam kerusuhan, tetapi tidak menyebutkan jumlah pemrotes yang terluka.

Banyaknya orang yang ditahan menimbulkan keprihatinan dari Kantor HAM PBB pada Jumat lalu.

Namun, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi menuduh media asing "memperbesar" kerusuhan dan membahayakan citra negara melalui liputannya.

Dia melakukan pembicaraan selama dua jam dengan partai politik, serikat pekerja yang kuat dan pengusaha pada Sabtu, berupaya dan memutuskan reformasi untuk meredakan ketegangan politik.

Mohammed Trabelsi, Menteri Sosial, mengatakan bahwa pemerintah mengusulkan kenaikan tunjangan kesejahteraan untuk mereka yang membutuhkan sekitar 170 juta dinar atau RP 931 milliar.

"Ini akan berdampak pada sekitar 250.000 keluarga," kata dia. "Itu akan membantu orang miskin dan kelas menengah."

Dia juga menyinggung rencana menjamin perawatan medis dan reformasi di sektor perumahan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Tunisia
 
Pemerintah Tunisia Umumkan Reformasi setelah Gelombang Demonstrasi
 
Kondisi Darurat di Tunisia Usai Ledakan
 
Serangan di Pantai Sousse Tunisia Tewaskan 39 Orang
 
Aksi Antiterorisme di Tunisia Dihadiri Puluhan Ribu
 
Tersangka Pembunuh Chokri Belaid Ditangkap
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]