Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
MEA
Pemerintah Kurang Sosialisasikan MEA
2016-03-01 08:25:42

Ilustrasi. Gedung DPR RI, Senayan Jakarta.(Foto: BH/mnd)
MEDAN, Berita HUKUM - Kurangnya sosialisasi dan regulasi menjadi salah satu masyarakat Indonesia terlihat belum siap masuki MEA. Hal tersebut diungkapkan anggota Panitia Kerja (Panja) MEA BKSAP DPR RI, Sudin dalam pertemuan dengan Asisten II Pemprov Sumatera Utara, S.Utomo dan Jajarannya, serta Pelaku Usaha Sumut, Rabu (24/2).

"Saya menilai masyarakat Sumatera utara, dan Indonesia secara keseluruhan belum siap hadapi MEA. Tadi sempat diungkapkan kesulitan yang dialami para pelaku usaha. Saya yakin belum semua masyarakat tahu apa itu MEA," ungkap Sudin.

Oleh karena itu Sudin berharap agar sosialisasi tentang MEA harus terus dilakukan. Tidak hanya itu pelatihan-pelatihan atau pembekalan terhadap tenaga kerja Indonesia pun harus selalu digalakan. Hal itu berguna untuk meningkatkan keterampilan dan nilai jual tenaga kerja Indonesia di banding Tenaga kerja asing.

Dalam bidang pariwisata, diungkapkan Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, pemerintah juga harus membuat regulasi yang bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Bukan sekedar membebaskan visa masuk Indonesia.

"Tiket pesawat di Indonesia ini paling mahal, itu karena harga avtur kita juga mahal. Kalau di Amerika untuk penerbangan 2 jam biaya tiketnya tidak sampai 200 dolar. Sementara di Indonesia, tiket PP (Pulang pergi) Bali untuk kelas ekonomis saja lebih dari bisa 4 Juta. Hal seperti ini harus segera dicari solusinya," jelas Sudin.

Dilanjutkan Sudin, Indonesia juga bisa menyontoh negara lain, China misalnya. China mewajibkan setiap guide wisatawan mancanegara untuk membawa tamu-tamunya ke tempat wisata milik BUMN atau tempat wisata swasta yang ditunjuk pemerintah setempat. Dengan demikian, Sudin meyakini pariwisata Indonesia akan semakin berkembang di era MEA.(Ayu/dpr/bh/sya)


 
Berita Terkait MEA
 
TKI Tidak Siap MEA akan Jadi Bencana Ekonomi Indonesia
 
Crowdfunding Onsystem Lahir Karena Tantangan Menghadapi MEA
 
Hadapi MEA 2016, Institut STIAMI Tekankan Karakter dan Bahasa
 
Hadapi MEA, Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Pekerja
 
Pemerintah Kurang Sosialisasikan MEA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]