Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PKS
Peluang Koalasi Capres PKS Tidak Mustahil Kembali Terulang
Sunday 29 Dec 2013 21:13:24

Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho (paling kiri) dan Salah Satu Calon Presiden RI dari PKS (Presiden PKS), Anis Matta (kedua kiri), Jum'at (1/2) saat di kantor DPP PKS.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dewa Pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyatakan sikap untuk ikut terjun dalam bursa calon Presiden RI 2014. Saat ditanyai kemungkinan kembali untuk dapat berkoalisi dengan partai lain di Pemilihan Presiden 2014, partai Pimpinan Anis Matta itu tidak menutup kemungkinan akan hal tersebut terulang kembali, jika hasil perolehan suara PKS di bawah ambang batas (electoral threshold).

"Dalam politik tidak ada yang mustahil, semua bisa terjadi," kata Sekjen PKS, Muhammad Taufik Ridho di gedung MD Building DPP PKS Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (29/12).

Namun, Taufik menegaskan kalau partainya akan menentukan hal tersebut setelah Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang.

"Hal tersebut akan diputuskan, setelah pemilu legislatif," pungkas Taufik.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Sikap Politik (PKS) yang masuk dalam Bursa Pencalonan Presiden pada Pemilu 2014 mendatang, menambah ramai Bursa nama calon Presiden Republik Indonesia, dimana perebutan posisi orang nomor 1 di Indonesia yang akan ditambah nama-nama tokoh muda baru, yang mumpuni dalam berbangsa dan bernegara.(bhc/put)


 
Berita Terkait PKS
 
• PKS Dinilai Gagal Move On Buntut Minta Anies Tak Bentuk Parpol, Berkaca Pilkada Jakarta dan Depok
 
• PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman Sebagai Cagub-Cawagub Jakarta
 
• Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS
 
• Usul Raffi Ahmad Capres 2024, PKS Sedang Berusaha Mengubah Citra sebagai Partai Tengah
 
• Fraksi PKS: KEM-PPKF 2023 Harus Cermati Arah Politik Anggaran Negara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]