Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
The Beatles
Paul McCartney Depresi Setelah The Beatles Bubar
2016-05-24 21:49:45

McCartney mengatakan sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan setelah The Beatles bubar. Benih perpecahan muncul setelah Allen Klein ditunjuk sebagai manajer.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Sir Paul McCartney mengaku terus terang soal depresi yang dideritanya setelah The Beatles bubar dan mempertimbangkan untuk meninggalkan dunia musik sama sekali.

Dalam wawancara dengan program Mastertapes di Radio BBC 4, dia mengatakan kehilangan ketika band tersebut bubar karena 'pertengkaran sengit' tahun 1970.
"Sulit untuk mengetahui apa yang dilakukan setelah The Beatles. Bagaimana Anda meneruskannya."

"Saya depresi. Anda akan depresi. Anda berpisah dari teman-teman seumur hidup. Jadi saya mengambil alkohol," tambahnya.

The Beatles resmi bubar tahun 1970 dengan meluncurkan Let It Be, namun bibit perpecahan sudah muncul setahun sebelumnya ketika Allen Klein ditunjuk sebagai manajer, yang bertentangan dengan keinginan Paul.

Gugatan hukum

Walau Klein berhasil membantu restrukturisasi bisnis The Beatles, Apple -yang sempat merugi- dia mendapat saham besar dari keuntungannya dan memberi hak untuk memproduksi rekaman The Beatles di Amerika Serikat untuk perusahaannya sendiri.

Klein makin membuat Paul marah karena membayar Phil Spector untuk menambah kor, orkestra, dan tambahan tabuhan drum di Let It Be.

Untuk melawan Klein, Paul kemudian mengajukan gugatan hukum atas anggota The Beatles lainnya, yang akhirnya memutus perkawanannya dengan John Lennon.
"Bisnis yang memisahkan kami," kata Paul.

Namun hubungan dia dengan John kembali membaik beberapa bulan sebelum John Lennon tewas ditembak oleh Mark Chapman di New York tahun 1980.

"Saya sesekali menelepon John. Kami ngobrol tentang anak dan membuat roti," kenangnya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait The Beatles
 
Foto-foto The Beatles yang Hilang Ditemukan, Sir Paul McCartney 'Dibanjiri Emosi'
 
Foto-foto The Beatles yang Belum Pernah Diperlihatkan Laku Terjual Rp4,9 Miliar
 
Paul McCartney Menggugat Sony terkait Lagu-lagu The Beatles
 
Paul McCartney Depresi Setelah The Beatles Bubar
 
Harga Rp49 Miliar untuk Gitar yang Penah Dipakai Lennon
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]