Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Pasukan NTC Pertontonkan Jenazah Khadafi
Saturday 22 Oct 2011 23:48:48

Jenazah Khadafi yang diletakan di atas kasur tipis langsung dipertontonkan kepada warga dengan menaruhnya di sebuah toko daging (Foto: Reuters Photo)
TRIPOLI (BeritaHUKUM.com) – Jenazah mantan pemimpin terguling Libya Moammar Khadafi dipamerkan di sebuah toko daging di kota Misrata, Sabtu (22/10) waktu setempat. Ratusan warga kota itu dibebaskan untuk melihat dan mengabadikan jenazah Khadafi yang dibiarkan terbaring di atas sebuah kasur tipis. Sebagian warga mengabadikan bekas pemimpin mereka itu dengan telepon seluler.

Keluarga Gaddafi, seperti dilaporkan laman BBC, Sabtu (22/10), telah meminta agar jasad Gaddafi segera diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Sedangkan mengenai rencana dimana serta kapan pemakaman terhadap jenazah Khadafi belum jelas.

Namun, seorang pejabat senior pemerintahan transisi Libya (NTC) sempat mengatakan, kemungkinan jenazah Gaddafi akan dimakamkan hari Minggu (23/10) atau Senin (24/10) WIB. Tapi sejauh ini pihak NTC belum memiliki rencana mengotoposi jenazah Khadafi, seperti yang dituntut keluarganya dan kalangan dunia internasional, termasuk PBB. Tuntutan ini dilakukan untuk mengetahui secara persis bagaimana Khadafi meninggal dunia.

Sebelumnya, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Navi Pillay mendesak dilakukan penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kematian Kolonel Moammar Khadafi. Juru bicara Navi Pillay, Rupert Colville menggambarkan rekaman video –yang memperlihatkan pemimpin Libia itu masih hidup ketika pertama kali ditangkap—amat mengganggu.

"Diperlukan rincian lebih banyak untuk memastikan dia tewas dalam pertarungan atau dieksekusi setelah ditangkap. Dua rekaman video telepon genggam yang muncul, yang satu dia masih hidup dan yang satu lagi sudah meninggal, amat mengganggu."

Colville menambahkan bahwa eksekusi tanpa pengadilan dilarang berdasarkan hukum internasional, apa pun situasinya. Seorang tersangka kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan sekalipun—seperti Moammar Khadafi—harus dibawa ke pengadilan.

Reaksi keras juga disuarakan berbagai kalangan di dunia yang mempertanyakan sikap sebagian pasukan NTC di Misrata yang menelanjangi dan menyeret jenazah Gaddafi di jalanan, menjelang atau sesudah dia dipastikan tewas.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]