Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 

Pascalebaran Harga Mulai Stabil
Monday 05 Sep 2011 20:09:35

Pedagang dan pembeli di pasar tradisonal (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Setelah sempat mengalami kenaikan harga selama beberapa waktu lalu, kini harga sayur mayur di sejumlah pasar tradisional di wilayah Jakarta Pusat mulai mengalami penurunan. Bahkan, untuk sejumlah harga kebutuhan bahan pokok mulai stabil pada sepekan paska Lebaran. Tentu saja, kondisi ini membuat lega para konsumen serta para pedagang. Sebab, para pedagang mengaku merasakan adanya peningkatan omzet.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Inpres Senen dan Palmerah, Senin (5/9), untuk sayur mayur rata-rata mengalami penurunan harga antara Rp 500 hingga Rp 2.000. Harga cabai merah misalnya, jika sebelum Lebaran dijual seharga Rp 20 ribu, kini harganya hanya Rp 15 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit kini dijual Rp 20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram. Sedangkan untuk bawang merah, dijual Rp 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu kilogram.

Sedangkan untuk jenis sayur mayur, penurunan harga juga terjadi pada kacang panjang yang sebelumnya dijual seharga Rp 10.500 menjadi Rp 10 ribu per ikat. Kangkung yang sebelumnya dijual seharga Rp 2.000 saat ini dijual Rp 1.500 per ikat, sawi hijau yang sebelumnya dijual Rp 5.000 saat ini dijual Rp 4.300 per kilogram. Lalu, wortel yang sebelumnya dijual Rp 7.000 per kilogram kini dijual Rp 5.000 per kilogram, bayam yang sebelumnya dijual Rp 3.000 kini dijual Rp 2.500 per ikat.

Jaja (40), pedagang sayur mayur di Pasar Inpres Senen mengatakan, harga sayur mayur dan sembako saat ini cenderung turun dan stabil. Hal ini, salah satunya disebabkan oleh belum benyaknya para pedagang yang berjualan. “Harganya cenderung stabil bahkan turun. Untuk omzet sampai saat ini masih ada peningkatan. Mungkin karena banyak pedagang yang belum berjualan,” katanya.

Hal yang sama juga dikemukakan Sumi (35), pedagang sembako di Pasar Tanah Abang. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai stabil. “Alhamdulillah harganya stabil dan pasokannya pun lancar. Mudah-mudahan akan bertahan lama,” katanya.

Dikatakan Sumi, untuk harga telur ayam Rp 16-18 ribu per kilogram, gula Rp 10.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10 ribu per kilogram dan tepung Rp 8.500 per kilogram. “Harga sembako cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir. Terlebih, pasokan dari luar Jakarta pun terus mengalir setelah libur lebaran,” tandasnya.(bjc/ind)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]