Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

Parlemen India Mulai Bahas RUU Antikorupsi
Tuesday 22 Nov 2011 21:58:28

Ribuan pendukung aktivis antikorupsi India, Anna Hazare melakukan unjuk rasa mendesak pemerintah serius mengusut skandal korupsi kakap (Foto: AP Photo)
NEW DELHI (BeritaHUKUM.com) – Pemerintah India mendapatkan tekanan dari aktivis antikorupsi untuk meloloskan aturan itu dan mengijinkan untuk membentuk lembaga ombusman yang dikenal sebagai Jan Lokpal.

PM Manmohan Singh, seperti dilansir BBC, Selasa (22/11), mengatakan bahwa dirinya sangat berharap parlemen akan menyetujui aturan hukum tentang ombudsman. Pembahasan RUU Antikorupsi ini dilakukan, ketika tuntutan pemberantasan korupsi meningkat, menyusul maraknya skandal korupsi besar.
Sebuah Panel Parlemen akan menguji aturan hukum tentang ombusman ini dan diharapkan akan menyampaikan laporan pada akhir November ini.

Menteri Hubungan Parlemen Pawan Kumar Bansal mengatakan pemerintah akan memiliki sebuah ‘pikiran yang terbuka dan akan memberikan tanggapan yang serius’ terhadap rekomendasi panel.

Pada awal Nopember ini, pengagas kampanye anti korupsi Anna Hazare mengatakan, ia akan menyelesaikan aksi mogok makannya pada akhir bulan - saat musim dingin , jika parlemen tidak meloloskan aturan ini.

Agustus lalu, Hazare melakukan mogok makan selama 12 hari untuk meminta pemerintah membentuk lembaga ombusman independen untuk memberantas korupsi.

Lembaga independen ini akan memiliki kekuasaan untuk menyelidiki politisi dan petugas pelayanan sipil yang menjadi tersangka kasus korupsi.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]