Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Para Pekerja KBN Jatuh Kepelukan Jokowi-JK
Saturday 28 Jun 2014 08:18:26

Thomas Koordinator ARM, saat Foto bersama dengan para Pekerja KBN, saat di Cakung.(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aliansi Buruh Kawasan (ABK) jatuh kepelukan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) turut mendeklarasikan diri untuk bergabung dengan Aliansi Rakyat Merdeka (ARM). Deklarasi dukungan terhadap capres-cawapres nomor urut 2 itu diselenggarakan di halaman Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Utara.

Koordinator ABK, Thomas Aquino mengatakan, ada lima serikat buruh yang berada di dalam ABK yang bergabung dengan ormas yang dimotori mantan Kepala BNP2TKI, Moh. Jumhur Hidayat untuk memenangkan Capres yang diusung 5 partai politiik; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI tersebut.

"Kita ini lima serikat buruh yang masing-masing serikat anggotanya ribuan orang," kata Thomas di Cakung, Jakarta Utara, Jumat (27/6).

Persepsinya, kelima serikat buruh yang bergabung dengan ARM untuk memenangkan Jokowi-JK itu adalah Serikat buruh sejahtera indonesia (SBSI), Serikat Perkerja Nasional (SPN), Fiderasi Serikat Buruh Indonesia ((FSBI), Serikat Pekerja Transportasi Jalan Raya (SPTJR), Serikat Pekerja Graha Sarana Duta (SPTJR). Sementara itu KSBSI DKI sudah sejak lama berjuang bersama ARM.

"Anggota SBSI 92, 10 ribu orang, SPN 20 ribu orang, FSBI 5.000, SPTJ 2.000 orang dan Sejagad 400 orang. Totalnya adalah 37 ribu 400 orang. Itu hanya di Jakarta Utara saja," jelasnya.

Dikatakan Thomas, banyak hal yang sudah dan akan terus dilakukan untuk memenangkan Jokowi-JK melalui pesta demokrasi nasional 5 tahunan yang akan diselenggarakan pada, Rabu 9 Juli 2014 mendatang. Misalnya, kata dia, pemasangan spanduk, pembagian stikcer, pembagian pin dan door to door, dan pembagian brosur kepada masyarakat, terutama kepada para pekerja atau buruh. Cara-cara semacam itu, lanjut dia, cukup efektif untuk menggabarkan tentang sosok-figur dan keberhasilan kepemimpinan Jokowi-JK.

"Kita ini sudah masuk pada kerja konkrit. Para serikat dan para pekerja atau buruh yang independen akan terus kami pengaruhi untuk mendukung dan memenangkan Jokowi-JK. Kalau anggota kita sudah diintruksikan dan didoktrin untuk mencoblos Jokowi-JK," urainya.

Lebih lanjut, Thomas juga mengaku bersyukur diajak Jumhur Hidayat bergabung dengan ARM untuk menjadi relawan dan memenangkan Jokowi-JK sekaligus. Karena, kata Thomas, relawan ARM yang sudah bertekad memenangkan Jokowi-JK sudah tersebar di sejumlah daerah yang diantaranya, seperti di Jawa Barat, Jatim, Jateng, Jogjakarta, Solo, Malang, Medan, NTB, Banten, Bogor, Lampung, Kalimantan dan Aceh, serta beberapa daerah lainnya.

"Mereka sudah bergerak door to door sebelum pileg untuk mengkampanyekan dan memenangkan Jokowi," tutup Thomas.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]