Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Ristek
Paparan Kinerja Kemenristekdikti Selama 1 Tahun Dinilai Positif
Wednesday 30 Dec 2015 06:34:49

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir, saat memaparkan kilas balik riset, teknologi dan pendidikan tinggi 2015, di Jakarta, Senin(28/12).(Foto/BH/yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Program kerja Kemenristekdikti secara khusus berfokus tidak hanya pada mutu dan jumlah lulusan perguruan tinggi akan tetapi bagaimana tenaga kerja terdidik itu relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja, serta hasil riset tanpa dihilirkan menjadi inovasi yang layak industri. Pendidikan tinggi Indonesia menunjukkan perkembangan positif setelah sejumlah program studi memperoleh akreditasi internasional seperti fakultas pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) di peringkat 150 dunia, dua perguruan tinggi masuk peringkat 500 universitas kelas dunia, dan 60% lulusan perguruan tinggi langsung bekerja.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, "indikator lain adalah 75% lulusan perguruan tinggi memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 2,75 dan 60% lulusan langsung memperoleh pekerjaan." Katanya saat memberikan paparan kinerja kementerian yang dipimpinnya, di bilangan Senayan Jakarta, Senin (28/12).

Selanjutnya Menristekdikti menambahkan bahwa, "Dari sisi ketenagaan, jumlah dosen S2 dan S3 sudah mencapai 75%, jumlah profesor sudah 5.500 orang, sedangkan jumlah peneliti adalah 550 per sejuta orang penduduk." Ujarnya.

"Dalam meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi, beragam upaya dilakukan kementerian mulai dari penertiban perguruan tinggi yang tidak taat azas, penertiban dan kaji ulang beragam peraturan pendidikan tinggi sehingga dapat mendorong penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, upaya mendorong akreditasi perguruan tinggi dan program studi secara nasional maupun internasional," kata M Nasir kepada pers di Jakarta pada Senin (28/12) saat memaparkan kilas balik riset, teknologi dan pendidikan tinggi 2015.

Menurutnya, peningkatan kualitas dan kuantitas dosen melalui beasiswa, pelatihan dan sertifikasi, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kependidikan, kerjasama pendidikan tinggi dengan berbagai negara, penyediaan beragam skema beasiswa dan beragam jenis pendidikan tinggi untuk mahasiswa, sehingga semua calon mahasiswa potensial dapat kuliah di perguruan tinggi, dan nantinya akan mampu mengisi kebutuhan pasar kerja di dalam maupun luar negeri, peningkatan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan, serta peningkatan jumlah inovasi.

"Saat ini kementerian telah memiliki Rencana Induk Riset Nasional yang akan memandu peneliti dan dosen dalam melakukan beragam riset dan pengembangan, serta menghasilkan inovasi yang bermutu dan laik industri, terutama dalam 11 bidang riset prioritas, yaitu pertanian dan pangan, energi, energi baru dan energi terbarukan, obat dan kesehatan, informasi dan komunikasi, transportasi, pertahanan dan keamanan, advance material (nanoteknologi), maritim, kebencanaan, kebijakan,serta sosial humaniora.

Untuk meningkatkan relevansi tenaga kerja terdidik dengan kebutuhan industri, dilakukan pendirian akademi komunitas jangka pendek (Diploma 1 dan 3) di sekitar 90 wilayah. Sementara itu, juga banyak inovasi melalui beragam skema penelitian dan pengembangan serta penguatan inovasi melalui Kemeristekdikti, BPPT, LIPI, LAPAN, BATAN, BIG, BSN, dan kerja sama dengan lembaga lainnya.(bh/yun)


 
Berita Terkait Ristek
 
Tingkatkan Inovasi Industri, Kemenristekdikti Terus Kembangkan Penelitian dan Kerjasama
 
PP-IPTEK Kemenristekdikti Adakan Kompetisi Poster Sains Antariksa
 
Membumikan Riset Strategis Pertanian, Dua Kementerian Bersinergi
 
Sambut Pembangunan Jaringan Gas Blok Masela, Menristek Dikti Siapkan SDM
 
Tingkatkan Hilirisasi Hasil Riset, Menristek Dikti Gandeng Perguruan Tinggi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]