Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilgub Sumut
Panwaslu Kada Klaim 40% Warga Sumut Golput
Friday 08 Mar 2013 21:13:10

Humas Panwaslu Sumut, Fakhruddin Pohan.(Foto: BeritaHUKUM.com/and)
MEDAN, Berita HUKUM - 40 persen masyarakat Sumatera Utara tidak memilih alias Golput saat pelaksanaan Pemilu Kada Sumut dengan temuan beragam faktor yang mempengaruhinya.

Temuan ini diutarakan Humas Panwaslu Sumut, Fakhruddin Pohan sekaligus menjelaskan bahwasanya dalam Pilkada yang berlangsung kemarin ada tiga faktor penyebab tingginya angka partisipasi golput ini.

"Kalau dari panwas provinsi Sumatera Utara melihat tingkat partisipasi masyarakat yang tidak datang ke TPS itu sebesar 40-an persen, nah ini ada sebabnya, ada tiga faktor penyebab kenapa masyarakat tidak berpatisipasi untuk memili," ucap Fakhruddin, Jum'at (8/3).

Menurutnya, penyebab pertama karena ada masyarakat yang tidak terdaftar di DPT tapi dia sebagai pemilih kemudian kedua ada masyarakat terdaftar tapi tidak memilih karena tidak memiliki A4 atau undangan serta terakhir ketiga memang ada masyarakat yang tidak perduli.

Fakhruddin menambahkan Panwaslu Sumut tidak akan menyalahkan siapa-siapa dalam kondisi ini.

Namun hal ini merupakan tanggung jawab KPU dan juga masyarakat dalam memilih pemimpinnya. Panwaslu Sumut juga menyatakan penyelenggaraan Pilkada kali ini aman dan kondusif.(bhc/and)


 
Berita Terkait Pilgub Sumut
 
Saksi Pasangan Ganteng Bantah Soal Money Politic dan Black Campaign
 
Saksi Ungkap Kecurangan Pasangan Ganteng
 
Inilah Hasil Perolehan Suara Pilkada Sumut Seluruh Kabupaten/Kota
 
KPU Medan Tolak Pencoblosan Ulang
 
Saksi Esja Minta Kota Medan Mencoblos Ulang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]