Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kemhan
Panglima TNI Saksikan Penyerahan 9 Pesawat PTDI kepada Kemhan
Tuesday 17 Dec 2013 22:44:56

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mendampingi Menteri Pertahanan RI Punomo Yusgiantoro menyaksikan serah terima 3 pesawat CN 295 dan 6 Helikopter Bell 412 EP dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI).(Foto: Ist)
BANDUNG, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mendampingi Menteri Pertahanan RI Punomo Yusgiantoro menyaksikan serah terima 3 pesawat CN 295 dan 6 Helikopter Bell 412 EP dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Kementerian Pertahanan RI, bertempat di hangar PTDI Bandung, Selasa (17/12).

Berita acara serah terima masing-masing ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Ir. Rahmat Lubis. Ketiga Pesawat CN 295 tersebut, merupakan rangkaian dari total pemesanan sembilan unit sampai dengan 2014, adapun dua pesawat sebelumnya telah diserahterimakan ke TNI AU. Pesawat CN 295 akan digunakan untuk penunjang misi militer, pengiriman logistik, serta misi kemanusiaan, menggantikan pesawat Fokker F-27 yang telah usang. Sedangkan untuk enam Helikopter Serbu Bell 412 EP akan dioperasikan jajaran TNI AD.

CN 295 berkemampuan jelajah maksimal 400 km/jam dengan daya angkut sampai 6.000 kilogram. Sedangkan dimensi pesawat, CN 295 memiliki panjang 24,50 meter, lebar 8,66 meter, dan panjang sayap mencapai 25,81 meter. Adapun Helikopter Bell 412 EP merupakan helikopter bermesin Twin Turbine Pratt & Whitney PT6T-3D Twin-Pac Engines mampu terbang dengan ketinggian 5000 ft kecepatan 240 km/h selama 3,7 jam dan mampu membawa 15 orang penumpang beserta crew. Helikopter ini sangat cocok dioperasikan oleh prajurit TNI di medan operasi di wilayah NKRI.

Pada kesempatan yang sama juga diserahkan satu unit Helikopter Bell 412 EP kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan dua unit Helikopter AS365 N3-Dauphin kepada Badan SAR Nasional (Basarnas).

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Kabasarnas Letjen TNI (Mar) Alfan Baharrudin, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Wakasau Marsdya TNI Sunaryo, Aslog TNI Mayjen TNI Joko Sri Widodo, Dirjen Kuathan Laksda TNI Agus Purwoto, Dirjen Renhan Marsda TNI FX. Bambang S., Aslog TNI AU Marsda TNI Ida Bagus Anom, Danpuspenerbad Brigjen TNI Moch Afifuddin dan Wakapuspen TNI Brigjen TNI Suratmo, Msi (HAN), serta para pejabat di jajaran TNI dan Polri.(tni/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kemhan
 
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
 
Puncak Hari Bela Negara, Kemhan Gelar Gerak Jalan Sehat dan Fun Bike
 
Pusdiklat Bahasa Kemhan Gelar Malam Bahasa dan Budaya Internasional ke- 14
 
Kemhan Dan BPK Bentuk Forum Akuntabilitas Nasional Pertahanan
 
Kemhan RI akan Gelar Pameran Indo Defence 2014 Expo
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]