Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI-Polri
Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Tidak Bisa Ditawar Lagi
2017-12-29 11:50:30

KALIMANTAN BARAT, Berita HUKUM - Cuma ada satu kunci untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang 'gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo' yaitu soliditas TNI dan Polri. Oleh sebab itu, soliditas TNI dan Polri adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan ribuan prajurit TNI dan personel Polri se-wilayah Kalimantan Barat, bertempat di Makodam XII/Tanjungpura, Jl. Trans Kalimantan, Sungai Raya, Kapur, Kubu Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (28/12).

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur mulai dari Sabang sampai ke Merauke termasuk Trans Sumatera, Trans Papua, Jalur Kereta, Tol Laut dan Jembatan Udara, serta menghilangkan disparitas dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, semuanya itu tidak akan bisa lancar tanpa adanya soliditas antara TNI dan Polri. Oleh sebab itu, sebagai prajurit TNI dan Polri harus tetap menjaga soliditas dalam rangka mengamankan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan. "Sebenarnya soliditas TNI dan Polri sudah terbangun dan terpelihara dengan baik sejak dulu dalam bentuk kerja sama. Sampai saat ini, kita tetap menjaga itu dan bila perlu ditingkatkan lebih tinggi lagi," ujarnya.

Dihadapan ribuan prajurit TNI dan personel Polri, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dirinya selaku Panglima TNI telah berkomitmen dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menunjukkan kepada masyarakat, termasuk prajurit TNI dan personel Polri sampai ke satuan bawah tetap solid dan satu.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prajurit TNI dan personel Polri yang telah bekerja sama menunjukkan soliditasnya dalam mengamankan perayaan Natal tahun ini. "Perayaan Natal 25 Desember 2017 bisa berjalan dengan aman dan damai. Damai di bumi dan damai dihati, berkat kerja sama yang erat antara TNI dan Polri," ungkapnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2018 serta Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019, Panglima TNI berpesan kepada prajurit TNI dan personel Polri untuk tetap menjaga netralitas dan melaksanakan pengamanan dalam pesta demokrasi. "Mari kita membantu Kepolisian sesuai dengan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Tidak usah berpikir yang panjang lebar dan dijabarkan, ikuti aturan yang ada, tujuannya satu untuk NKRI," ujarnya.

Mengakhiri pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa apabila kita (TNI dan Polri) sudah bisa mengamankan Pemilu itu dengan baik, maka Indonesia akan menjadi negeri yang damai karena semua bisa berjalan dengan sukses, termasuk perbantuan TNI kepada Polri. "Netralitas TNI dan Polri harus dijaga demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk mewujudkan Indonesia Raya," katanya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI-Polri
 
• 13 Lokasi GaGe PPKM Level 2 Jakarta Tetap Belaku Bagi Kendaraan Plat Hitam TNI-Polri
 
• HUT TNI ke-76, Kabid Propam Polda Metro: Sinergitas TNI-Polri Akan Selalu Mewarnai Perjalanan Bangsa
 
• Kapolri Ingin Pos Penyekatan Kabupaten dan Kota di Bangka Belitung Dioptimalkan
 
• TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta: Malam Takbiran Dirumah Saja, Tidak Boleh Berkerumun
 
• Polri dan TNI Gelar Rakor Awal Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran 2021
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]