Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pemuda
Panglima TNI: Persatuan Pemuda Wujudkan Kemenangan Bangsa
2016-10-11 18:17:40

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah pemantapan nilai-nilai kebangsaan pada Diklatnas HIPMI Angkatan IV di Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kita berjuang dua ratus lima puluh tahun tidak berhasil, tetapi begitu pemudanya bersatu, satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa Indonesia, bersatu semua dengan energi sosial kita berhasil dan menang. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah pemantapan nilai-nilai kebangsaan pada Diklatnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Angkatan IV di Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Dalam ceramahnya yang mengangkat tema tentang memahami ancaman, menyadari jati diri dan solusi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang Panglima TNI mengatakan bahwa salah satu solusi kongkrit dari berbagai potensi permasalahan global adalah persatuan para pemuda Indonesia.

"Pemuda harus menjadi pemersatu benteng terdepan NKRI dan mewujudkan Indonesia menjadi negara agraris, negara maritim dan negara industri serta melalui cara gotong royong", tutur Panglima TNI.

Panglima TNI menjelaskan bahwa tanpa disadari berbagai macam metode dan pola proxy war berpotensi tumbuh subur seiring bergesernya kepentingan energi pada negara-negara penghasil sumber daya hayati.

"Bayangkan 9,8 milyar akan mencari makan di sekitar equator, ini sangat berbahaya, perang masa kini berlatar belakang energi dimana konflik arab spring akan bergeser kesini, akibat merebutkan lahan equator dimana daerah ini kaya akan energi, pangan dan air", Ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa perubahan tatanan budaya ekonomi dalam masyarakat menjadi pemicu awal terjadinya kompetisi global dimana masing masing negara berkompetisi secara ketat dan cenderung tidak sehat.

"Inilah ancaman Indonesia saat ini dimana perubahan drastis gaya hidup dan modernisasi mulai terjadi sekarang, hal ini menyebabkan resesi ekonomi dan depresi ekonomi dan terjadi krisis ekonomi di dunia dimana hal ini akan meningkatkan tingkat kejahatan," imbuh Panglima TNI.

Menanggapi penuntasan pemberantasan terorisme Panglima TNI menyampaikan bahwa diperlukan pedoman konstitusional sebagai dasar melangkah untuk dapat bertindak secara preventif.

"Undang-Undang teroris yang ada menyebabkan teroris merasa aman di Indonesia, karena tindakan teroris berbuat dulu baru kena pidana, resolusi dewan keamanan PBB mengatakan bahwa teroris tidak sama dengan aksi kriminal karena mengancam suatu negara dan keamanan individu keamanan nasional, perdamain dunia dan ekonomi sehingga dapat dikatakan kejahatan Negara," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI mengatakan bahwa optimisme positif harus terus dibangun dengan disertai ide-ide kreatif pemudanya dalam mengelola sumber daya energi bangsa Indonesia.

"Kita masih optimis karena kita masih punya modal NKRI, kita punya geografi darat, laut untuk dijadikan modal, kita harus menjadi negara agraris yang memanfaatkan energi daratan dan laut kita manfaatkan permukaan, dalamnya, dasarnya dan pantainya untuk menjadi negara maritime," ucap Panglima TNI.

Panglima TNI kembali menekankan pentinganya penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada pengusaha muda Indonesia sehingga lebih mengedepankan semangat bergotong royong sebagai cara mensejahterakan masyarakat disekitarnya.

"Ini kita perlu gemakan lagi revolusi mental peran pemuda khususnya pengusaha muda, kita hidupkan kembali kehidupan bergotong royong, ini semua untuk kesejateraan rakyat Indonesia, yang memiliki ketahanan yang kuat, pasti budayanya kuat", Pungkas Panglima TNI.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pemuda
Rangkul Pemuda Makmurkan Negeri, Benny Tatung Didukung Pemuda OKU Selatan
Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia
Pernyataan Sikap Sekelompok Pemuda 'Elemen Muda 212'
AHY Ajak Pemuda Asia Pasifik Jadi Agen Perubahan
Panglima TNI: Persatuan Pemuda Wujudkan Kemenangan Bangsa
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PAN: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Aktor Intelektual Rusuh 22 Mei
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]