Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI-Polri
Panglima TNI: Pendidikan Integrasi Bangun Kebersamaan TNI dan Polri
2017-11-03 10:24:20

MAGELANG, Berita HUKUM - TNI dan Polri sebagai alat pertahanan dan keamanan harus dilandasi dengan semangat kebersamaan, kekompakan, rasa setiakawan, senasib dan seperjuangan. Pendidikan integrasi Taruna-Taruni TNI dan Polri dalam rangka membangun kebersamaan sejak dini, sehingga ke depan akan mampu melaksanakan tugas demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara Wisuda 717 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (2/11).

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa tujuan pendidikan integrasi Taruna-Taruni Akademi TNI dan Kepolisian, diantaranya adalah untuk membentuk calon Prajurit Taruna-Taruni Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta calon Bhayangkara Taruna-Taruni Akademi Kepolisian yang menjiwai Tribrata dan Catur Prasetya.

"Semangat integrasi keprajuritan dan Bhayangkara memiliki pengetahuan dan keterampilan profesi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kesemaptaan jasmani untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di Akademi Angkatan Matra masing-masing," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa tantangan tugas TNI dan Polri kedepan semakin berat dan kompleks. Dihadapkan dengan kondisi global, regional maupun Nasional menuntut kewaspadaan dan kesiapan yang optimal guna membentuk postur kekuatan pertahanan dan keamanan negara yang andal. "Untuk itu, waspadai bentuk-bentuk upaya memecah belah soliditas TNI dan Polri," katanya.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa, TNI dan Polri harus mampu membangun kredibilitas dan integrasi dalam mengawal keutuhan bangsa. Dengan kekompakan serta sinergitas TNI dan Pori, maka berbagai persoalan bangsa terhadap NKRI akan dapat teratasi dengan baik. "TNI dan Polri harus mampu menjaga keselamatan bangsa dan negara ini," tegasnya.

"TNI dan Polri melaksanakan tugasnya demi kepentingan bangsa dan negara. Oleh karena itu, TNI dan Polri harus bersikap netral serta berkonsentrasi pada fungsi pertahanan dan keamanan," pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Upacara Wisuda Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, dimeriahkan dengan berbagai demontrasi yang menarik seperti kolone senapan, atraksi bongkar pasang senjata, kemampuan bela diri militer dan senam balok. Para Taruna-Taruni mampu memukau perhatian para penonton yang hadir.

Adapun 717 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang dilantik,terdiri dari Akademi Militer 230 orang (212 Taruna dan 18 Taruni), Akademi Angkatan Laut 105 orang (94 Taruna dan 11 Taruni), Akademi Angkatan Udara 100 orang (90 Taruna dan 10 Taruni) serta Akademi Kepolisian 282 orang (247 Taruna dan 35 Taruni).(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI-Polri
 
• 13 Lokasi GaGe PPKM Level 2 Jakarta Tetap Belaku Bagi Kendaraan Plat Hitam TNI-Polri
 
• HUT TNI ke-76, Kabid Propam Polda Metro: Sinergitas TNI-Polri Akan Selalu Mewarnai Perjalanan Bangsa
 
• Kapolri Ingin Pos Penyekatan Kabupaten dan Kota di Bangka Belitung Dioptimalkan
 
• TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta: Malam Takbiran Dirumah Saja, Tidak Boleh Berkerumun
 
• Polri dan TNI Gelar Rakor Awal Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran 2021
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]