Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pancasila
Panglima TNI: Jangan Ikuti Kelompok Yang Ingin Merubah Pancasila
2017-07-19 07:54:20

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa UIN Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Banten.(Foto: Istimewa)
SERANG, Berita HUKUM - Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai Ideologi Negara dengan ideologi lain atau ideologi diluar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur bangsa Indonesia. "Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa," ucapnya.

"Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari," tutur Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi kompetisi global saat ini, dimana perkembangan penduduk luar biasa banyaknya sehingga terjadi persaingan antar negara di dunia dalam memperebutkan sumber daya alam berupa air, pangan dan energi. "Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus," katanya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, Presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia. Sementara, Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat dilantik dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka bagi Indonesia. "Oleh karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain," tegasnya.

Di sisi lain Panglima TNI juga mengatakan bahwa, tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang apabila jatidirinya terusik. "Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot," tutupnya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait Pancasila
 
• Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
• Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
• Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
• HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
• Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]